Kamis 23 Jul 2015 16:29 WIB

Jika Permintaan Tinggi, Pertalite akan Disebar di Bekasi

Rep: c39/ Red: Satya Festiani
Seorang petugas melayani penjualan bahan bakan minyak (BBM) di salah satu SPBU Kawasan Grogol, Jakarta, Selasa (28/4). (Republika/ Yasin Habibi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Seorang petugas melayani penjualan bahan bakan minyak (BBM) di salah satu SPBU Kawasan Grogol, Jakarta, Selasa (28/4). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Pertamina (Persero) akan memasarkan pertalite di Bekasi jika permintaan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru ini bagus. "Kami lihat responnya dulu, kalau demand-nya tinggi dan distribusi tidak masalah, partalite juga akan disebar di Bekasi," kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro, Kamis (23/7).

Pertamina akan melakukan uji pasar dengan memasarkan pertalite tahap pertama di 103 Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang meliputi Jakarta, Bandung, dan Surabaya mulai pada Jum'at (24/7) besok.

Wianda belum bisa menjanjikan apakah Pertalite akan langsung dipasarkan di Bekasi pada tahap kedua nanti. Wianda juga belum bisa membeberkan berapa harga bahan bakar yang dapat digunakan kendaraan roda dua dan roda empat. "Yang jelas akan dijual di atas harga premium dan di bawah pertamax," jelasnya.

Harga BBM di pasaran sendiri saat ini, harga premium Rp 7.400 per liter, Pertamax Rp 9.600 per liter, Pertamax Plus Rp 10.550 per liter, dan Pertamax Dez Rp 12.200 per liter. "Kami lihat timing-nya aja, namanya uji pasar tidak gelontorkan semuanya. Kalau respon positif, akan disebarkan," katanya.

Menurutnya, dengan dipasarkannya pertalite diharapkan dapat menggantikan konsumsi masyarakat terhadap premium, tapi bukan berarti BBM bersubsidi tersebut akan dihilangkan.

Ia menambahkan, kebutuhan premium di Bekasi sudah cukup banyak, tapi ia tidak bisa merincikan berapa jumlah kebutuhan premium di Bekasi. "Saya tidak pegang data, tapi di Bekasi premium itu merata. Pertamax kami harap akan lebih tinggi," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement