Jumat 17 Jul 2015 09:47 WIB

'Buruk Sangka Akar Kehancuran'

Rep: Hilman Fauzi/ Red: Dwi Murdaningsih
Shalat Idul Fitri (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Shalat Idul Fitri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Imam Besar Masjid Agung Al Furqon Bandar Lampung, Lampung, Ahmad Islamudin meminta umat Islam seluruh Indonesia mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi dengan cara bertoleransi. Menurutnya, toleransilah yang membuat Indonesia hingga saat ini tetap bersatu.

Dalam khotbahnya, Islamudin mengungkapkan kesedihannya terhadap apa yang terjadi pada umat Islam di luar negeri yang masih dilanda perang. Namun,  dirinya juga bersyukur hal tersebut tak melanda Indonesia yang secara budaya justru lebih beragam.

"Kunci yang menyatukan Islam di Nusantara adalah toleransi sesama umat dan sesama manusia, baik yang beragama Islam maupun non Islam," ungkapnya kepada ribuan jamaah Nasjid Agung Al Furqon pada Khotbah Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah, Jumat (17/7).

Terlebih, Allah dalam Alquran juga telah memerintahkan dalam surat Al baqarah, agar sesama umat agar saling menguatkan dan tak bercerai berai sehingga persatuan dan perdamaian bisa dituju dengan bersama-sama.

Selain itu, dalam khotbahnya Islamudin juga memberikan cara agar masyarakat saling toleran dengan sesama manusia. "Berbaik sangkalah, Jangan berburuk sangka kepada sesama, karena berburuk sangka adalah akar dari semua perdebatan yang menyebabkan kehancuran," jelasnya.

Terlebih, ia juga mengatakan, agama apapun di dunia ini mempunyai satu tujuan yaitu perdamaian. "Tak ada satupun agama yang mengajarkan perceraian, semua agama bertujuan pada kedamaian," katanya.

Tak lupa, khotib sekaligus imam solat idul fitei ini juga mengingatkan kepada seluruh umat islam agae tetap taat kepada Allah SWT sehingga akan mencapai kedamaian dunia dan akhirat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement