Sabtu 27 Jun 2015 21:41 WIB

Keramik Dinasti Ming Ditemukan di Permukiman Muslim Ambon

Porselen peninggalan dinasti ming
Foto: www.telegraph.co.uk
Porselen peninggalan dinasti ming

REPUBLIKA.CO.ID, PULAU UJIR -- Situs pemukiman kuno Uifana, Pulau Ujir, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, menyimpan fragmen keramik Cina abad ke-16, peninggalan zaman Dinasti Ming.

"Ada banyak fragmen keramik Cina yang kami temukan di sana, setelah diidentifikasi, yang paling tua adalah peninggalan zaman Dinasti Ming," kata Arkeolog Wuri Handoko dari Balai Arkeologi Ambon, di Ambon, Sabtu (27/6).

Ia mengatakan, Uifana yang berada di tengah hutan di Pulau Ujir merupakan satu-satunya pemukiman Muslim kuno yang pernah ditemukan di wilayah Kepulauan Aru. Situs yang usianya hingga kini masih berusaha ditelusuri tim arkeolog dari Balai Arkeologi Ambon tersebut, kemudian ditinggalkan penghuninya karena porak-poranda dihantam pasukan pendudukan Jepang.

Tapi jika dilihat dari banyaknya temuan fragmen keramik Cina kuno di atas permukaan lapisan tanah, diduga proses perdagangan di sana telah cukup maju. Bahkan, jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa ke wilayah Maluku, namun jalur-jalur niaganya belum bisa dipastikan dengan jelas.

 

"Usia awal keberadaan pemukiman itu masih harus ditelusuri lebih dalam lagi. Setelah kalah perang, masyarakatnya membangun pemukiman baru di Desa Ujir, berkisar 1,5 kilometer dari Uifana," ucapnya.

Ahli kepurbakalaan Islam itu menambahkan, meski belum diketahui secara pasti masuknya ajaran Islam di Uifana, diduga agama Islam telah berkembang di sana sejak abad ke-16 atau 17 Masehi. Sebab, menurut kisah turun-temurun masyarakat Desa Ujir mengenai masjid tua mereka di Uifana, bentuknya masih beratap tumpang tiga dengan tiang alif di atasnya, sama dengan ciri khas bangunan peribadatan umat Muslim di Maluku pada abad ke-16 - 17 Masehi.

"Uifana juga pernah diduduki Bangsa Eropa. Tapi mereka berhasil mengusir penjajah, benteng peninggalan itu kemudian dialih fungsikan menjadi masjid," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement