Senin 22 Jun 2015 13:23 WIB

Transjakarta Kenalkan Bus Tingkat Pariwisata Baru

Bus TransJakarta terpaksa harus mengambil jalur umum akibat penutupan jalur busway di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).  (Republika/Raisan Al Farisi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Bus TransJakarta terpaksa harus mengambil jalur umum akibat penutupan jalur busway di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (28/4). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta memperkenalkan satu bus tingkat baru bermerek MAN buatan Jerman yang akan digunakan sebagai bus pariwisata gratis di wilayah Ibu Kota.

Peresmian bus tersebut dilakukan secara langsung oleh Gubernur beserta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di kawasan wisata Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6). "Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-488 DKI Jakarta, dengan penuh rasa syukur, secara resmi saya dan wakil gubernur meluncurkan bus wisata gratis," kata Basuki sambil menekan sirene tanda peresmian.

Dengan bus tingkat baru tersebut, pria yang lebih akrab disapa Ahok itu berharap dapat meningkatkan layanan transportasi kepada masyarakat, terutama yang ingin berwisata. "Kami punya keinginan untuk memenuhi semua jalur pariwisata dengan bus tingkat. Sehingga, semakin memudahkan warga yang mau berwisata menikmati keindahan Kota Jakarta," ujar Ahok.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Transjakarta Steve Kosasih menuturkan bus tingkat buatan Eropa itu merupakan program Transjakarta untuk menambah layanan angkutan gratis bagi masyarakat. "Bus ini merupakan kerja sama Transjakarta dengan Coca Cola Company. Kami memberikan apresiasi terhadap Coca Cola yang telah mendukung program layanan Transjakarta," tutur Kosasih.

Dia mengungkapkan bus tersebut sengaja dibuat semenarik mungkin dengan ikon-ikon Kota Jakarta karena bus itu juga dimaksudkan untuk mempromosikan Kota Jakarta dengan slogan "Buka Semangat Jakarta Baru."

"Kami berharap apa yang sudah dimulai oleh Coca Cola dapat diikuti oleh pihak-pihak lainnya, sehingga fasilitas transportasi di Ibu Kota dapat terus berkembang, tidak kalah dengan negara-negara lain," ungkap Kosasih.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement