REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan dalam kerja sama dengan PT KAI terkait rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Ia ingin rusun yang dibangun di atas lahan KAI harganya terjangkau dengan masyarakat.
"Sudah ada dasarnya. Sekarang kita minta Jakpro (PT Jakarta Propertindo) saja, seperti kerja sama sewanya murah," katanya di Balai Kota Jakarta, Kamis (11/6).
Setelah peninjauan ke Stasiun Kampung Bandan pada Rabu (10/6) untuk melihat lahan yang akan dibangun rusunawa. Ahok yakin pembangunan akan cepat untuk dikerjakan. "Sudah bisa dibangun kok, tinggal kerjain saja," ujarnya.
Adapun pembangunan rusunawa yang bersebelahan dengan Stasiun Kampung Bandan memang diserahkan Ahok kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo. Sementara perjanjian dengan PT KAI, Ahok mengatakan sudah melakukannya sejak tahun lalu.
"Kita sudah MoU (memorandum of understanding) dengan KAI. Kerjasama aset-aset dengan penataan (permukiman liar)," jelasnya.
Sebelumnya pada Oktober 2014 ) lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan PT KAI. Mou tersebut terkait mengatasi wilayah kumuh yang berada di bawah jalur layang kereta api.
Sementara kerja sama tersebut langsung ditandatangani Ahok yang dulunya menjabat sebagai Wakil Gubernur dengan mantan Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan di Balai Kota DKI Jakarta.