REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Pengamat pendidikan Islam, Tutty Alawiyah mengatakan pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada pengembangan madrasah, khususnya madrasah swasta. Perhatian tersebut dapat berupa perbaikan sarana dan prasana, perbaikan kurikulum dan kesejahteraan tenaga pengajar.
"Pemerintah harus memperhatikan madrasah negeri dan swasta. Khusunya untuk madrasah swasta. Karena ini berkaitan dengan menghargai pengorbanan para ulama yang mendirikan madrasah tersebut," ujar Tutty Alawiyah kepada Republika, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, perjuangan para ulama yang mendirikan madrasah swasta di desa atau pedalaman patut dihargai oleh pemerintah dan negara dengan menunjukan kepedulian melalui bantuan anggran. Ini dikarenakan, pendidikan di madrasah mampu melahirkan generasi yang paham akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki pemahaman ilmu agama yang baik yang bersumber pada alquran dan hadist.
Sebelumnya, Direktur Madrasah Kementerian Agama, Nur Khlois mengatakan belum optimalnya bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk madrasah swasta dikarenakan terbatasnya anggaran yang diterima direktorat madrasah Kemenag. Dari keseluruhan alokasi anggaran untuk madrasah, hanya Rp 1 triliun yang diperuntukan untuk madrasah seluruh Indonesia. Baik untuk negeri maupun swasta.