Rabu 25 Mar 2015 14:30 WIB

Harga Bawang Merah di Cimahi Melonjak Tajam

Rep: C12/ Red: Yudha Manggala P Putra
 Pembeli sedang memilah bawang merah di Pasar Kemiri, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/3).  (foto : MgROL_34)
Pembeli sedang memilah bawang merah di Pasar Kemiri, Depok, Jawa Barat, Rabu (18/3). (foto : MgROL_34)

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Harga bawang merah di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi meningkat tajam selama dua pekan belakangan. Semula harga Rp 16 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 32 ribu per kilogramnya. Naiknya harga ini pun mengundang keluhan dari para konsumen.

Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Rahman, mengatakan, bawang yang biasa dan yang jenis sumenep mengalami kenaikan terus dalam dua pekan terakhir.

Dari harga awal Rp 16 ribu per kilo, naik menjadi Rp 20 ribu. Lalu, lanjut dia, harga bawang itu meningkat lagi menjadi Rp 25 ribu dan kini menjadi Rp 32 ribu per kilonya. "Sekarang jadi sepi," ujar Rahman saat ditemui di tokonya, Rabu (25/3).

Para pembeli di tokonya, sekarang tidak berani membeli bawang langsung satu kilo, tapi lebih sering membeli bawang dengan berat seperempat kilo. "Sekarang bawang di Pasar Induk Caringin itu langka, makanya harganya naik," lanjut dia.

Selain itu, menurut dia, para petani sepertinya banyak yang gagal panen karena faktor cuaca yang kian tak menentu. "Ya gagal panennya karena cuaca sih, kalau bilangnya karena petani kan enggak mungkin, ya mau gimana lagi," kata dia.

Sementara, salah seorang pembeli di pasar itu, Deni, mengaku keberatan dengan lonjakan harga bawang saat ini. Seharusnya, lanjut dia, pemerintah bisa mengurusi permasalahan tersebut sehingga ia dan pembeli yang lainnya bisa memenuhi kebutuhan bumbu masak itu. "Makanya sekarang saya sama istri mulai ngurangin pembelian bawang," tutur dia.

Namun, di sisi lain, Deni menganggap wajar naiknya harga bawang jika memang disebabkan oleh faktor cuaca sehingga tak jarang petani yang gagal panen. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement