Ahad 22 Mar 2015 20:20 WIB

Gratis! Sewa Kios Enam Bulan di Pasar Santa

Suasana pengunjung yang mengunjungi lantai 2 Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/9). (Republika/Raisan Al Farisi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Suasana pengunjung yang mengunjungi lantai 2 Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/9). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Dirut PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan pihaknya akan menggratiskan sewa kios selama enam bulan untuk para pedagang yang ingin menempati kios baru di Pasar Santa, Kebayoran Baru.

"Kami ingin membantu mereka bisa berjualan dan menghidupkan kembali pasar tradisional di sini," kata Djangga di Pasar Santa, Jakarta, Ahad (22/3).

Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi "Revitalisasi Pasar Santa" yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf dan Direktur Ruang Jakarta (Rujak) Center for Urban Studies, Marco Kusumawijaya.

Djangga mengatakan selama masa gratis enam bulan tersebut pihaknya juga memberikan syarat, misalnya para pedagang tersebut benar-benar memakai kios tersebut. "Kami akan selalu memonitor aktivitas pedagang tersebut, jangan sampai mereka malah menyewakan ke pedagang lainnya," katanya.

Menurutnya, setelah masa enam bulan gratis tersebut selesai, maka para pedagang akan dikenakan biaya sewa yang tarifnya nanti akan dibahas dengan pengelola, pengembang, dan para pedagang.

Djangga menambahkan pihaknya juga akan memperbaiki tata ruang di dalam Pasar Santa, misalnya renovasi toilet, perluasan lahan parkir, dan memperbanyak kipas angin di dalam pasar.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengatakan pedagang-pedagang lama yang berada di Pasar Santa harus dipertahankan karena merupakan bagian dari sejarah Pasar Santa itu sendiri.

Menurut Triawan, untuk kemajuan Pasar Santa tidak hanya memajukan industri kreatifnya, namun juga harus mempertahankan kebutuhan primer dan sekunder yang berada di sini.

"Kami berupaya para pedagang yang misalnya berjualan sembako juga mengalami kemajuan yang sama dengan para pelaku industri kreatif yang biasanya untuk tempat "nongkrong" anak muda tersebut," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement