Selasa 17 Mar 2015 17:08 WIB

Alex Noerdin Jadi Pembicara Forum Perubahan Iklim

Rep: Maspril Aries/ Red: Muhammad Hafil
Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersiap mengikuti rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3).   (Antara/Andika Wahyu)
Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersiap mengikuti rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3). (Antara/Andika Wahyu)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin direncanakan akan hadir pada diskusi round table tentang perubahan iklim atau yang akan berlangsung di Bonn, Jerman.

Najib Asmani, staf khusus Gubernur Sumsel, bidang perubahan iklim mengatakan, Gubernur Alex Noerdin akan berbicara pada forum diskusi membahas perubahan iklim yang diprakarsai United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) atau badan kerjasama PBB tentang perubahan iklim. Acara ini merupakan rangkaian dari Bonn Climate Change Conference/ yang akan berlangsung pada 1 - 11 Juni 2015.

Kepedulian Sumatera Selatan terhadap perubahan iklim menurut Alex Noerdin sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Ini dibuktikan dengan menjadikan Sumatera Selatan sebagai provinsi percontohan implementasi  penurunan emisi dari pengurangan hutan dan mutu hutan di Indonesia.

Pada 2010 lalu, pada pertemuan antara Menteri Lingkungan Hidup dan Bantuan Internasional Norwegia Erik Solheim, Ketua Satgas REDD Kuntoro Mangku Subroto,dan gubernur dari delapan provinsi, termasuk Sumsel yang diusulkan sebagai salah satu provinsi percontohan implementasi penurunan emisi.

Alex Noerdin juga menjelaskan, selain itu Sumatera Selatan mempunyai keunggulan dibanding provinsi lain karena memiliki banyak ekosistem hutan, seperti hutan gambut pasang surut, hutan rawa lebak, hutan dataraan rendah,dan hutan pegunungan.

Kemudian pada Oktober 2012, Sumatera Selatan resmi ditetapkan sebagai provinsi percontohan REDD+ atau reduksi emisi dari deforestasi degradasi hutan. Provinsi Sumatera Selatan ditunjuk pemerintah pusat mengimplementasikan program jaring data spasial daerah untuk mengimplementasikan REDD.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement