REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPR RI meminta pemerintah cari solusi atas pelemahan nilai rupiah. Ketua DPR RI, Setya Novanto, juga menyarankan Bank Indonesia (BI) punya jurus jitu mengatasi anjloknya nilai tukar mata uang Indonesia terhadap nilai dollar Amerika Serikat (AS).
"Tentu saya mengharapkan pemerintah, khususnya Bank Indonesia, mampu mengantisipasi (pelemahan) rupiah ini," kata dia saat ditemui di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat (6/3).
Politikus partai Golkar itu mengatakan, angka rupiah saat ini mencapai kurang lebh Rp 13 ribu per satu dollar. Menurut dia, nilai tukar itu terbilang tinggi. Setya khawatir, anjloknya nilai rupiah berekses pada sektor industri dan perdagangan serta pertanian dalam negeri.
Setya mengharapkan pelemahan rupiah ini tak berlangsung awet. Dia menganalisa, pelemahan rupiah akibat ekses Indonesia sebagai negara berkembang. Kata dia, gejolak politik dalam negeri yang terlalu tinggi juga memengaruhi.
Sebab itu, lanjutnya, selain meminta bank sentral punya solusi, pemerintah pun diminta untuk menjaga ritme politik agar tetap kondusif. Nilai rupiah terhadap dolar kembali melemah dalam dua hari terakhir.
Catatan Bank Indonesia, Kamis (5/3), mata uang lokal mencapai level Rp 13.022 per dolar AS. Penurunan tersebut sudah terasa sejak hari sebelumnya. Pada, Jumat (6/3), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hanya menurun sedikit, yakni di Rp 12.951.