Kamis 05 Feb 2015 16:42 WIB

40 Hari Tragedi Air Asia, Keluarga Gelar Doa Bersama

Pemotongan Ekor Pesawat. Petugas memotong badan pesawat Air Asia QZ8510 di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalteng, Senin (12/1).
Foto: Republika/ Wihdan
Pemotongan Ekor Pesawat. Petugas memotong badan pesawat Air Asia QZ8510 di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalteng, Senin (12/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Keluarga korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 menggelar doa bersama 40 hari insiden jatuhnya pesawat tersebut di Ruang Mahameru Markas Polda Jatim di Surabaya, Kamis (5/2).

Salah satu perwakilan keluarga korban, Ongko Gunawan mengatakan pagelaran doa bersama dilakukan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi arwah kerabatnya yang menjadi korban pesawat AirAsia, agar diterima disisi Tuhan.

Menurut kepercayaan Ongko, doa di 40 hari insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 dipercaya mampu mengantarkan arwah kerabatnya, sehingga diterima Tuhan di surga.

Dalam ritual doa, keluarga korban menyiapkan sejumlah sesaji seperti tiga mangkok nasi, daging babi serta daging ayam.

"Kami menyiapkan sesaji yang merupakan kesukaan dari mendiang keluarga, di antaranya, tiga mangkok nasi, daging babi, daging ayam, buah-buahan dan hio atau dupa," ucapnya.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengaku pagelaran doa bersama di halaman Polda Jatim adalah sesuai permintaan keluarga.

Awi mengaku, beberapa keluarga korban juga meminta agar kegiatan doa bersama tidak diliput awak media, sehingga tidak menganggu kekhusukan ritual doa.

Sementara itu Ongko Gunawan adalah salah satu kerabat dari Sherly Ong, Kho Kusma Chandra dan Vera Chandra Kho, yakni penumpang yang ikut menjadi korban dalam insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura pada Minggu 28 Desember 2014.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement