REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memperingati Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan mengadakan Pameran Seni Sejarah. Pameran tersebut akan dihadiri oleh Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama M. Faisal dan Ketua DPD Irman Gusman.
Produser dan sutradara dari Yayasan pelestarian Seni Budaya Bangsa, Kama Sudra Syafiie mengatakan, Pameran Seni Sejarah Pejuangan Bangsa akan dilaksanakan di Istana Bung Hatta di Bukittinggi pada 6 8 Februari 2015. Akan ada 100 lebih foto-foto heroik yang dipamerkan, pemutaran film-film asli, seperti Perjanjian Renville, Perjanjian Linggarjati, Konferensi Meja Bundar, Romusha, dan banyak lagi.
“Saya dapatkan langsung film orisinil dari Belanda. Itu akan diputar berulang-ulang di Istana Bung Hatta,” kata Kama di kediaman Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim di Padang, Selasa (3/2).
Dikatakannya, PDRI adalah sebuah peringatan besar ketika Belanda saat itu menyatakan pemerintahan Indonesia sudah lenyap. Saat Bung Karno dan Bung Hatta ditahan oleh Belanda, masih ada PDRI di Sumatera berdasarkan mandat dari dua pemimpin negara tersebut.
Menurutnya, lahirnya Bela Negara adalah hari lahirnya PDRI. Namun sayangnya, sebagian besar generasi muda tak tahu-menahu mengenai Hari Bela Negara. “Sangat kurang rasa kebangsaan semangat nasional khsusnya mengenai PDRI,” ujarnya.
Dengan adanya pameran tersebut, ia berharap, rasa kebangsaan generasi muda semakin tebal. Dikatakannya, sejarah tak bisa dilupakan. Bahkan sebuah dogma mengatakan, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghirmati pahlawannya.”




