Ahad 01 Feb 2015 11:19 WIB

Kabel Sarana Perjalanan Kereta Api Dicuri

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Karta Raharja Ucu
Seorang pengendara bermotor memanfatkan jalan sempit pinggiran rel kereta api untuk menyeberangi Banjir Kanal Barat di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa (25/11).   (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Seorang pengendara bermotor memanfatkan jalan sempit pinggiran rel kereta api untuk menyeberangi Banjir Kanal Barat di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa (25/11). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Aksi pencurian sarana perjalanan kereta api kembali terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kali ini sarana yang dicuri dan dirusak adalah kabel perangkat axle counter (penghitung gandar KA) di Desa Kuntili menjelang stasiun Sumpyuh dari arah Stasiun Kemranjen Cilacap.

"Kabel dipotong sepanjang 10 meter," jelas Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, Sabtu (31/1).

Dia menyebutkan, pencurian kabel tersebut diketahui petugas unit Sintelis PT KAI dari pengecekan di lokasi, Jumat (30/1) sekitar pukul 04.30 WIB. "Awalnya petugas unit sintelis mendapat laporan dari Pengatur Perjalanan Kereta api (PPKA) stasiun Sumpiuh yang melaporkan adanya gangguan pada perangkat persinyalan KA di stasiun Sumpiuh," katanya.

Setelah mendapat laporan tersebut, petugas unit sintelis Daop 5 melakukan pengecekan di lokasi gangguan. "Dari pengecakan petugas, ternyata dua kabel perangkat axle counter di km 412+9 antara stasiun Sumpiuh-Kemranjen dipotong orang masing-masing sepanjang lima meter," jelasnya.

Di lokasi kejadian ditemukan selongsong kabel yang sudah dipotong tersebut. Namun isi kabel berupa tembaga, sudah diambil pencuri. "Akibat perusakan atau pencurian ini, PT KAI menderita kerugian sekitar Rp 30 juta. Disamping itu, proses persinyalan di sekitar stasiun Sumpyuh juga mengalami kerusakan," jelasnya.

Dia menyebutkan, akibat pemotongnya kabel, perangkat axle counter tidak dapat bekerja sehingga tidak bisa mendeteksi kereta api yang lewat. "Hal ini sangat membahayakan karena keberadaan kereta api di jalur tersebut tidak bisa terdeteksi," katanya.

PT KAI Daop 5 Purwokerto pun sudah melaporkan aksi pencurian itu ke kantor polsek setempat. "Kami berharap aparat bisa segera menindak lanjuti pencurian ini dan menangkap pelakunya, karena aksi perusakan atau pencurian itu, bisa membahayakan keselamatan perjalanan KA," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement