Jumat 23 Jan 2015 10:53 WIB

Kowani Gandeng Dekranas Berdayakan Ekonomi Perempuan

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Hazliansyah
Perajin batik tulis Cirebon
Foto: kabupatencirebon.com
Perajin batik tulis Cirebon

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubiyanto Wiyogo mengatakan, Kowani mempunyai 30 juta perempuan lebih yang memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian.

"Perempuan pedesaan sebenarnya punya  potensi untuk menggerakkan ekonomi. Namun sayangnya belum digali dengan baik,"kata Giwo, Jumat, (23/1).

Makanya, ujar dia, Kowani berusaha menggali potensi perempuan di Indonesia, termasuk perempuan pedesaan. Mereka bisa dilatih untuk menjadi perajin batik, sepatu, sendal, juga pengrajin perhiasan.

Dalam melakukan berbagai pelatihan, kata  Giwo, Kowani bekerjasama dengan berbagai organisasi wanita di kabupaten/kota yang memiliki hubungan dengan Kowani. Mereka bisa mengusulkan pelatihan, maupun peningkatan kapasitas yang dibutuhkan oleh perempuan di daerahnya.

"Nanti Kowani akan memberikan pelatihan yang dibutuhkan mereka. Misalnya saja pelatihan membuat kerajinan tangan maupun mendesain perhiasan,"ujarnya.

Hasil produksi kerajinan yang mereka buat nanti bisa dipamerkan dalam acara Kowani Fair yang digelar menjelang Hari Ibu.

Berbagai produk yang dipamerkan dalam Kowani Fair, terang  Giwo, antara lain batik, baju, sepatu, sendal, perhiasan. Pameran ini memang digunakan untuk mewadahi berbagai produk mereka.

Selain memberikan pelatihan, Kowani juga mengajarkan cara melakukan pemasaran. "Kami juga menghubungkan pengrajin dengan bank untuk diberikan modal,"katanya.

Dalam kesempatan itu, Giwo juga menyatakan, Kowani sudah mengajak Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla untuk melakukan sinergi pemberdayaan perempuan antara Kowani dengan Dekranas. "Respons Ibu Mufidah sangat baik,"katanya.

Beliau, ujar dia, setuju Dekranas melakukan sejumlah kerjasama dengan Kowani dalam memberdayakan perempuan. "Ini merupakan kabar menggembirakan,"ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement