Jumat 16 Jan 2015 08:13 WIB

Pemkot Upayakan Keterbukaan dengan Layanan Online

Rep: C09/ Red: Indira Rezkisari
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menunggu kedatangan angkutan kota rute Bubulak-Sukasari untuk menumpang menuju agenda kerja di Jalan Djuanda, Kota Bogor, Jabar, Senin (24/11).
Foto: Antara
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menunggu kedatangan angkutan kota rute Bubulak-Sukasari untuk menumpang menuju agenda kerja di Jalan Djuanda, Kota Bogor, Jabar, Senin (24/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengupayakan adanya keterbukaan dengan warga Bogor. Keterbukaan tidak hanya menyangkut sistem pemerintahan, tapi juga menyangkut permasalahan yang dialami warga.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, Pemkot meluncurkan layanan pengaduan masyarakat online. Dengan demikian, warga bisa langsung mengadukan masalah yang ada dengan jaminan ketepatan respons dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan, peluncuran layanan online ini bertujuan agar jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dapat mengetahui segala keluhan yang terjadi di lapangan. Dengan adanya layanan pengaduan ini, diharapkan seluruh permasalahan warga Kota Bogor dapat terkoordinir dengan baik.

“Pengaduan akan direspons selambat-lambatnya selama tiga hari oleh dinas yang bersangkutan,” jelas Bima, Kamis (15/1).

Ia mengaku, penanganan masalah aduan warga oleh dinas akan langsung ia pantau sendiri. Dengan demikian ia dapat mengevaluasi dinas mana yang benar-benar secara tegas menindaklanjuti keluhan warga.

“Jika ada yang lambat melakukan penanganan, akan langsung ditegur,” kata dia.

Bima Arya secara resmi meluncurkan SMS pengaduan dan call center yang disediakan Kantor Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Kamis (15/1). Selain itu, pemkot juga mengenalkan akun twitter dan website pengaduan khusus bagi masyarakat Bogor.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement