Rabu 26 Nov 2014 15:21 WIB

Puluhan Rumah Warga Sukabumi Rusak Diterjang Banjir

Rep: Riga Iman/ Red: Yudha Manggala P Putra
Banjir (ilustrasi)
Foto: TMC
Banjir (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/11) petang. Dampaknya, puluhan rumah rusak dan sejumlah warga mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, bencana banjir bandang menerjang dua wilayah yakni Kecamatan Cicurug dan Kecamatan Cibadak. Peristiwa banjir di Kecamatan Cibadak menyebabkan sebanyak tiga unit rumah rusak yang ditinggali tiga kepala keluarga (KK) dan 13 jiwa

Sementara di Kecamatan Cicurug, banjir bandang merusak sebanyak 20 unit rumah yang dihuni sebanyak 60 jiwa. "Laporan sementara banjir bandang melanda dua kecamatan yakni Cicurug dan Cibadak,’’ terang Kepala Pelaksana BPDB Kabupaten Sukabumi Andi Kusnadi, kepada Republika, Rabu (26/11).

Akibatnya, lanjut dia, sebanyak 23 unit rumah yang berada di pinggiran sungai rusak diterjang banjir. Selain banjir, pada waktu yang bersamaan terjadi longsor di Kecamatan Parungkuda.

Dalam kejadian tersebut satu unit rumah milik warga mengalami rusak sedang (RS). Menurut Andi, di dalam rumah tersebut tinggal lima orang warga dan tiga orang diantaranya mengalami luka-luka karena longsor dan sudah mendapatkan perawatan medis.

Di samping banjir bandang, daerah lainnya di Kabupaten Sukabumi yakni Kecamatan Sukaraja diterjang bencana puting beliung. Data yang dihimpun menyebutkan ada sebanyak 31 bangunan rusak ringan. Rinciannya, sebanyak 28 rumah milik warg rusak ringan dan sisanya bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD), dan kelompok usaha bersama (KUBE).

"Petugas dan relawan sudah diterjunkan untuk membantu para korban bencana,’’ ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Usman Susilo.

Petugas juga lanjut Usman, bersiaga untuk mengantisipasi datangnya bencana susulan. Pasalnya, intensitas hujan di Sukabumi masih cukup tinggi. Kondisi ini berpotensi untuk menyebabkan terjadinya bencana seperti longsor dan banjir.

Salah seorang warga yang menjadi korban banjir bandang di Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak Sirojudin (44 tahun) mengatakan, sebagian rumahnya terbawa arus banjir bandang pada Selasa sore. "Rumah saya memang berada tepat di pinggiran sungai,’’ imbuh dia.

Bangunan yang terbawa banjir yakni bagian belakang rumah beserta peralatan rumah tangga. Beruntung, pada saat kejadian keluarganya tidak berada di ruangan belakang tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement