Rabu 26 Nov 2014 12:36 WIB
Golkar pecah

Gerindra: Menkopolhukam Ingin Lemahkan Golkar

 Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjianto bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja membacakan sumpah janji Jabatan saat pelantikan Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/10). (Republika/ Tahta Aidilla)
Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjianto bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja membacakan sumpah janji Jabatan saat pelantikan Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/10). (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menduga Menko Polhukam,  Tedjo Edhy Purdijatno tengah berupaya melemahkan Partai Golkar. Langkahnya adalah dengan meminta Polri tidak mengizinkan penyelenggaraan Munas IX Golkar yang akan dilaksanakan di Bali, 30 November 2014.

"Kami khawatir akan adanya upaya-upaya main kasar guna melemahkan pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah. Dugaan upaya main kasar yang terbaru adalah upaya pelemahan Partai Golkar dengan tidak memberikan?izin Munas," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kekhawatiran timbulnya kerusuhan karena pelaksanaan Munas adalah penghinaan terhadap kecerdasan masyarakat Indonesia yang telah terbiasa berpolitik secara dewasa. Dia menekankan harus digaris-bawahi bahwa pelarangan terhadap aktivitas politik adalah pelanggaran HAM serius dan sekaligus pelanggaran hak konstitusi rakyat.

Sebelumnya Menko Polhukam Tedjo Edhi meminta aparat kepolisian tidak memberikan izin pelaksanaan Munas IX Golkar di Bali 30 November 2014 untuk menghindari potensi kerusuhan lebih besar.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement