REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ratusan massa yang terdiri dari buruh, mahasiswa dan nelayan tergabung dalam Gerakan Rakyat menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Istana Negara, Jakarta.
"Energi adalah kebutuhan rakyat, kami disini untuk memperjuangkannya," kata koordinator aksi, Bonay, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kebijakan pemerintah ini merupakan langkah yang salah dan mampu membuat masyarakat semakin tidak sejahtera. "Dampak kenaikan harga BBM luas, mulai dari harga sembako hingga tarif transportasi," kata Bonay.
Ia mengatakan pemerintah tidak mempunyai dasar yang jelas dalam kenaikan itu. Untuk itu, lanjut dia, Gerakan Rakyat meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, menasionalisasikan aset strategis di bawah kendali rakyat serta membangun industrialisasi nasional yang kuat untuk kepentingan rakyat.
"Kami juga meminta pemerintah agar membangun alat politik sebagai alat perjuangan bagi rakyat," katanya.