Rabu 19 Nov 2014 13:02 WIB

Menteri: Pengalihan Subsidi BBM Turunkan Tingkat Penyelundupan

Pengendara motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bensin di SPBU Lubukbuaya, Padang, Sumbar, Senin (17/11) malam.  (Antara/Iggoy el Fitra)
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bensin di SPBU Lubukbuaya, Padang, Sumbar, Senin (17/11) malam. (Antara/Iggoy el Fitra)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengklaim kebijakan pemerintah yang memutuskan mengalihkan subsidi untuk BBM berpotensi bakal menurunkan tingkat penyelundupan BBM.

"Keputusan mengalihkan subsidi kemarin sangat baik bagi iklim bisnis," kata Sudirman Said kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu.

Menurut Sudirman, makna baik bagi iklim bisnis, karena kenaikan harga BBM subsidi dinilai membuat tidak cukup intensif dari berbagai pihak untuk melakukan penyelundupan. Hal itu, ujar dia, karena penyelundupan dinilai memerlukan beban ongkos yang besar.

Ia menjelaskan semakin besar rentang harga antara BBM subsidi dan harga BBM nonsubsidi akan membuat semakin besar pula menarik minat penyelundup.

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengemukakan bahwa aksi protes terkait kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan suatu reaksi biasa dari pengambilan sebuah kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah.

"Itu biasa, reaksi sebuah keputusan," kata Presiden ketika ditanya wartawan setelah menerima kunjungan Presiden Dewan Uni Eropa Herman von Rompuy di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/11).

Menurut Presiden Jokowi, setelah semuanya telah mengetahui manfaat dari kebijakan tersebut, maka diyakini berbagai kalangan masyarakat juga dapat memaklumi. Presiden juga mengakui bahwa kebijakan tersebut merupakan sebuah keputusan yang sulit yang harus diambil oleh jajaran pemerintahannya.

Presiden kembali menerangkan bahwa kebijakan itu diperlukan untuk mengalihkan subsidi dari hal yang konsumtif ke hal yang produktif. Efek pengalihan subsidi tersebut, ujar dia, baru akan kelihatan tahun depan atau tahun berikutnya lagi.

"Kami ingin manfaat APBN itu benar-benar kelihatan, dan kita tidak ingin boros," tukasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement