Jumat 31 Oct 2014 22:45 WIB

Kemenlu Bahas Potensi Samudera Hindia

Samudera Hindia. Lokasi bocornya KM Wijaya
Foto: .
Samudera Hindia. Lokasi bocornya KM Wijaya

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG-- Anggota Tim Indian Ocean Rim Association (IORA) dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia RI) Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengadakan dialog tentang potensi Samudera Hindia dengan anggota Tim Forum Akademik Samudera Hindian, Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat.

Humas Universitas Bung Hatta (UBH) Indrawadi di Padang, Jumat, menjelaskan IORI Kemenlu RI memandang Samudera Hindia merupakan halaman depan sebelah Barat Indonesia yang menyimpan potensi yang relatif belum banyak dimanfaatkan seperti perikanan dan lainnya.

Banyak negara yang berada di kawasan Samudera Hindia mulai melirik potensi tersebut yang dapat berdampak dan memiliki arti penting bagi dunia, kata Dorojatun. Dorodjatun bersama timnya membahas permasalahan keketuaan Indonesia dalam IORA pada periode 2015 hingga 2017.

Sehubungan itu terdapat enam program prioritas IORA yaitu keselamatan dan keamanan maritim, perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, penanggulangan bencana, kerja sama akademik dan IPTEK serta pariwisata serta pertukaran budaya, kata Dorojatun.

"Ada peran perguruan tinggi dalam mendukung program IORA ke depan dan juga sejalan dengan program kemaritiman yang sedang disiapkan oleh pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla," katanya.

Sementara itu, Pejabat Diplomatik dan Konsuler Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Asia Pasifik dan Afrika, Rima Pramudyawati mengatakan, pada dialog kali ini bahwa dirinya berpandangan kalangan akademisi Indonesia dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai arti penting kawasan Samudera Hindia.

"Potensi IORA merupakan platfom kerja sama antar negara-negara di lingkar Samudera Hindia," katanya.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas peran perguruan tinggi khususnya UBH sebagai kalangan akademisi dalam memajukan kerjasama dan mendukung IORA di bidang akademik dan IPTEK. Sedangkan anggota Tim FASH-UBH, Dr Ir Alfian Zain, M.S menjelaskan selama ini wilayah Barat Indonesia yang memiliki samudera yang luas belum menjadi perhatian bagi pemerintah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement