Rabu 29 Oct 2014 17:17 WIB

Monumen Batik Yogyakarta Sering Dirusak Pengunjung

Rep: Yulianingsih/ Red: Yudha Manggala P Putra
Monumen batik Yogyakarta.
Foto: Antara
Monumen batik Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Monumen Batik yang dibangun Pemkot Yogyakarta di Titik Nol sering dirusak pengunjung. Padahal monumen tersebut dibangun untuk mengenalkan batik Yogyakarta pada pengunjung Malioboro.

Kaca penutup monumen batik tersebut kini banyak yang pecah. Bahkan disekitar kawasan monumen bau pesing karena sering dipakai kencing pengunjung.

"Pengawasan terus dilakukan tapi masih saja ada tangan jahil sehingga kaca pada pecah," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh, Rabu (29/10).

Diakuinya, monumen tersebut terletak di ruang terbuka. Karenanya setiap malam digunakan untuk tidur para gelandangan. Akibatnya daerah tersebut sering digunakan untuk kencing sembarangan. Selama ini untuk mengatasinya UPT Malioboro rutin melakukan patroli di kawasan yang menjadi bagian dari ikon wisata Kota Yogyakarta.

”Kami sudah ada patroli rutin ke sana untuk mengantisipasi orang-orang yang kencing atau muntah sembarangan,” ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat dapat berpartisipasi dengan menjaga kebersihan di kawasan itu. UPT Malioboro juga sudah menyediakan toilet umum di kawasan Malioboro untuk pengunjung atau wisatawan.

Secara terpisah Kasi Tata Perkotaan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Wahyu Setyowati mengatakan dalam perbaikan itu tidak mengubah fisik bangunan. Hanya mengganti kaca yang pecah dan kain batik.

”Ini pemeliharaan rutin tiap tahun. Semuanya ada enam titik monumen yang kami pelihara. Targetnya pertengahan November ini selesai,” katanya. Untuk memeihara dan memperbaikai Monumen Batik tersebut Kimpraswil menggunakan anggaran di bawah Rp 50 juta. Oleh sebab itu perbaikan tidak dilakukan melalui lelang.

 

Monumen Batik didirikan tahun 2009 dengan menampilkan kain batik berbagai motif dalam bingkai kaca yang dipasang melingkari bangunan monumen sebanyak 6 titik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement