REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Paspampres Indonesia berhasil mencegah terjadinya ancaman terhadap presiden. Berbeda dengan secret service Amerika Serikat. Beberapa kali ini sudah ‘kebobolan’.
Baru – baru ini, seorang penyusup kembali masuk kedalam area Gedung Putih, tempat Presiden Obama tinggal.
Hal sama terjadi beberapa waktu lalu dengan masuknya penyusup bersenjata tajam. Kemudian pernah Obama satu lift dengan seorang bersenjata api.
“Saya melihat ini karena kurangnya sterilisasi,” ungkap pengamat militer, Wawan Purwanto, saat dihubungi, Kamis (23/10).
Sterilisasi menurutnya sangat penting dilakukan agar area yang akan dilewati presiden benar – benar aman. Untuk tempat tinggal presiden menurutnya adalah mutlak untuk steril 24 jam.
Setiap hari, namanya tempat tinggal presiden tentu harus selalu dalam kondisi steril dari orang – orang tidak dikenal.
Namun demikian, ada saja faktor psikologis berupa kejenuhan. Pasukan pengawal presiden biasanya kelelahan atau bahkan jenuh dengan situasi dan tugasnya. Ini menciptakan celah untuk terjadinya kebobolan, seperti yang dialami secret service.
Berbeda dengan paspampres Indonesia, dalam beberapa kasus, paspampres berhasil melakukan pencegahan sehingga presiden terhindar dari ancaman.
Dulu, pada saat presiden Soekarno, paspampres berhasil mengamankan anggota Angkatan udara yang kecewa terhadap Presiden Soekarno karena presiden pertama RI itu diduga menyukai pacarnya.
Ketika era kepresidenan Soeharto, ancaman kerap muncul, namun berhasil dicegah dengan cepat. Pengamanan ekstra ketat terus dilakukan.
Di era SBY kemarin, pernah terjadi ancaman dari penari cakalele di maluku yang dalam posisi siap menyerang. “Langsung paspampres tanggap mengamankan,” imbuhnya.
Terlepas dari itu semua, pihaknya menyatakan yang harus diperhatikan adalah tingkat ancaman. Semakin dimusuhi, pengamanan tentu harus semakin diperketat.