Rabu 08 Oct 2014 20:46 WIB

Festival Seni dan Budaya Pesisiran Akan Digelar Rutin

Rep: Lilis Handayani/ Red: Indira Rezkisari
Keraton Kasepuhan Cirebon
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Keraton Kasepuhan Cirebon

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Festival Seni dan Budaya Pesisiran 2014 resmi dibuka, di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (8/10). Kegiatan yang diikuti lima provinsi di pesisir utara Jawa itu rencananya akan dijadikan agenda rutin tahunan.

Pembukaan festival dilakukan oleh Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ahmad Sya, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, dan Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno. Ketiganya membuka festival dengan menabuh beduk secara bersamaan.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengungkapkan, Keraton Kasepuhan Cirebon secara geografis merupakan bagian dari masyarakat pesisir Jawa. Dia menilai, kegiatan Festival Seni dan Budaya Pesisiran bisa mengangkat ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata Cirebon.

‘’Saya berharap, kegiatan ini menjadi agenda tahunan di Cirebon,’’ kata Sultan.

Sultan menjelaskan, Keraton Kasepuhan merupakan cikal bakal Kasultanan Cirebon yang telah berusia ratusan tahun. Dia menyatakan siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival tersebut. Sebagai tuan rumah, dia pun mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir.

‘’Selamat datang (di Keraton Kasepuhan dan Cirebon), mudah-mudahan betah, dan jangan lupa beli oleh-olehnya,’’ tutur Sultan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahmad Sya langsung menyetujui usulan Sultan tersebut.

‘’Festival Seni dan Budaya Pesisiran akan jadi agenda tahunan. Hal ini bukan karena berteman baik dengan Sultan Sepuh, tapi karena Cirebon punya keraton yang merupakan peninggalan warisan budaya yang dapat dijadikan ruang kreatif,’’ tegas Ahmad.

 Ahmad pun mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi, dalam kegiatan festival pesisir itu terlihat partisipasi yang besar dari pemerintah, kesultanan dan masyarakat. Menurutnya, hal itu sesuai dengan empat unsur dalam pembangunan kebudayaan yang meliputi pemerintah, dunia usaha, komunitas dan intelektual.

 Ahmad berharap ada partisipasi dari provinsi lain pada festival tahun depan sehingga jumlah provinsi yang mengikuti kegiatan itu lebih banyak dibandingkan tahun ini. Selain itu, diharapkan pula ada keterlibatan langsung dari pemerintah provinsi. Dengan demikian, tak hanya pemerintah pusat dan pemerintah kota saja yang terlibat.

Seperti diberitakan, Festival Seni dan Budaya Pesisiran diikuti lima provinsi. Adapun kelima provinsi itu, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan DKI Jakarta. Kegiatan itu berlangsung sejak 7 Oktober – 10 Oktober 2014. Pada 7 Oktober lalu, rangkaian festival sudah didahului dengan acara haul Sunan Gunung Jati.

Dalam festival tersebut, akan menghadirkan seminar sejarah, pemutaran film Sunan Gunung Jati, pertunjukan seni budaya, serta pameran produk kreatif dan kuliner. Ditambah lagi, lomba permainan tradisi alimpiado, yakni lomba olah raga tradisi nusantara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement