Ahad 28 Sep 2014 15:28 WIB

Keinginan Tutup Twitter Dilawan Para Netizen

Rep: c73/ Red: Erdy Nasrul
##ShameOnYouSBY jadi trending topic di jejaring sosial Twitter.
Foto: Twitter
##ShameOnYouSBY jadi trending topic di jejaring sosial Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Komunikasi, Gun Gun Heriyanto, mengatakan pemikiran pemerintah dalam hal ini Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, untuk menutup media sosial twitter akan mendapat perlawanan dari para netizen atau masyarakat dunia maya. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak membaca dinamika politik modern. 

"Ini negara demokratis, bukan otoriter. Sosial media adalah keniscayaan perangkat komunikasi modern," tutur Gun Gun, kepada Republika, Ahad (28/9).

Ia mengatakan, sosial media adalah generasi ketiga komunikasi politik. Salah satu dampak dari keberadaan sosial media diantaranya, melahirkan generasi netizen yang sangat perhatian tapi juga kritis. Karena itu tuturnya, sudah tidak tempatnya ketika menteri atau pemerintah berbicara soal tutup menutup sosial media.

Apalagi jika yang menjadi rujukan adalah negara Turki, Arab Saudi, Mesir, seperti yang disebutkan Tifatul dalam akun twitternya. Menurutnya, hal itu adalah cara berpikir yang keliru. Karena saat negara-negara tersebut menutup Twitter, negara tengah di bawah rezim berkuasa yang otoriter.

"Menurut saya, hal itu menjadi lingkaran kebodohan jika merujuk ke negara-negara demikian," lanjutnya. 

Media mainstream mempunyai semacam hierarki pengaruh, baik terhadap kepentingan ekonomi maupun politik, ujar dia. Menurutnya, sosial media adalah bagian dari ekspresi simbolik para netizen.

Karena di dalamnya, ada kesadaran kelompok bersama yang bisa dibangun lewat sosial media. Walaupun banyak juga pengguna yang tidak mengindahkan etika. Namun itu menurutnya sifatnya kasuistik (bertalian dengan kasus).

Dalam hal ini, yang harus diperkuat adalah agar netizen menghormati netizen lainnya yang didasarkan pada undang-undang yang mengaturnya yaitu UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Di samping itu, agar berupaya bagaimana menumbuhkan kedewasaan masyarakat untuk menggunakan sosial media.

Pernyataan mengejutkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, di akun Twitter pribadinya @tifsembiring, Ahad (28/9), menuai kecaman oleh masyarakat di dunia maya atau netizen. Tifatul mengisyaratkan untuk melakukan penutupan media sosial twitter di Indonesia.

"Beberapa negara spt Turki, Arab Saudi, Mesir pernah menutup twitter. Indonesia belum pernah menutup Twitter. Ada usulan?" kata Tifatul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement