REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan kompetisi membaca kitab kuning atau Musabaqah Qira'atul Kutub (MQK) V untuk santri di seluruh Indonesia. Sebanyak 1.564 santri akan mengikuti perhelatan yang dilakukan tanggal 1-9 September 2014 di Pondok Pesantren As'ad, Olak Kemang, Danau Teluk, Provinsi Jambi.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag Nur Syam mengatakan, acara bertajuk 'Dari Pesantren untuk Bangsa' ini merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk terus meregenerasi ulama yang ada di Indonesia. Ajang ini, kata dia, adalah sebagai sarana awal untuk menyiapkan ulama yang mampu memahami kandungan kitab kuning sebagai dasar rujukan.
Menurut dia, penguasaan teks-teks klasik merupakan sebuah keniscayaan bagi seorang ulama. Sebab, sumber induk ilmu keislaman menggunakan bahasa arab.
"Maka penguasaan teks klasik atau kitab kuning adalah syarat wajib," katanya kepada //Republika// di Jakarta, Senin (1/9).
Dia mengatakan, semua peserta akan diuji sehingga diketahui sejauh mana penguasaan setiap santri dalam memahami makna dari kitab-kitab tersebut. Dari situ, kata dia, hasilnya juga akan dijadikan pendataan bagi Kemenag.
Selain itu, lanjutnya, ulama-ulama yang lahir dari sini diharapkan mampu menjadi benteng masyarakat dari gerakan radikal transnasional. Sebab, kata dia, peran pesantren dan ulama menjadi sangat sentral untuk memberi pemahaman terhadap masyarakat akan bahaya islam transnasional tersebut.
Kompetisi ini dibagi menjadi tiga katagori peserta, yakni peserta Ula dengan usia maksimal 14 tahun, Wustha dengan usia maksimal 17 tahun dan Ulya dengan usia maksimal 20 tahun.
Sementara kitab yang dilombakan untuk peserta Ula adalah bidang Fiqh yakni kitab Sullam Taufiq, Nahwu kitab Al-Jurumiyah, Akhlak kitab Ta’limul Muta’allim dan Tarikh dengan kitab Khulasoh Nurul yaqin. Untuk peserta Wustha, di bidang Tafsir yakni kitab Tafsir Jalalain, Fiqh kitab Fathul Qarib, Hadits kitab Subulussalam, Nahwu kitab Al-Imriti, Akhlak kitab Kifayatul Atqiya, Tarikh kitab A Rahiq Al-Makhtum dan Balaghah kitab Jauhar Maknum.
Dan untuk peserta Ulya, yang dilombakan yakni bidang Tafsir dengan kitab Tafsir Ibnu Katsir, Hadits kitab Syarah Al-Nawawi ‘ala Shahih Muslim, Fiqh kitab Fathul Mu’in, Nahwu kitab Syarh Ibnu Aqil, Akhlak kitab Ihya Ulumuddin, Tarikh kitab Siroh Nabawiyyah, Ushul Fiqh kitab Ghayatul Wushul, dan Balaghah kitab Uqudul Juman.