Selasa 12 Aug 2014 22:19 WIB

Jalur Selatan Kembali Amblas

Rep: C61/ Red: Julkifli Marbun
Jalan amblas (ilustrasi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Jalan amblas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Belum juga Jembatan Cibaruyan diperbaiki, setelah ambrol saat musim mudik jelang Lebaran 2014. Kini Jalur Selatan lainnya, 3 kilometer dari Jembatan Cibaruyan, tepatnya di Desa Subur Jaya, Kecamatan Cihaurbeuti, ikut amblas. Peristiwa tersebut terjadi semalam, setelah Ciamis diguyur hujan sekitar 15 jam.

Hujan yang selalu mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya, membuat kontur tanah menjadi labil. Selain itu, beban berat kendaraan yang melewati jalur tersebut juga ikut andil. "Kemarin hujan dari pagi sampai malam, dan saya baru tau tepi jalan sudah amblas tadi pagi," ujar Diding Hapudin (32 tahun) warga asal Desa Subur Jaya, Selasa (11/8) sore.

Diding mengatakan, walaupun bahu jalan tidak semuanya ikut amblas. Namun, tidak bisa dilalui oleh dua kendaraan roda empat sekaligus. Jika dipaksakan maka tidak menutup kemungkinan jalan tersebut akan tergerus semua.

Disamping Diding juga mengimbau kepada pengguna Jalan Raya Cihaurbeuti agar ekstra hati-hati saat melintas di kala hujan. Karena sepanjang jalur rawan amblas serta longsor. Diding berharap dinas terkait mengecek titik yang rawan, sebagai bentuk pencegahan.

Amblasnya Jalan Raya Cihaurbeuti, menyebabkan hanya bisa dilewati oleh satu jalur. Sehingga kendaraan yang hendak menuju Bandung harus dialihkan melalui Kota Tasikmalaya. "Arus lalu lintas dialihkan ke Kota Tasikamalaya dari arah Ciamis, lantaran jalur ini tidak bisa dilalui dua kendaraan roda empat sekaligus," terang Kasatlantas Polres Ciamis AKP Yudi Sadikin.

Menurut Yudi pengalihan arus lalu lintas tersebut, menjadikan arus kendaraan di dalam Kota Tasikmalaya semakin padat. Sebab kendaraan besar dan bertonase besar turut masuk ke dalam kota. Dengan kejadian ini Yudi berharap warga Kota Tasikmalaya mengerti.

Mengenai perbaikannya Yudi berharap pihak terkait segera bertindak secepatnya. Karena jalur itu merupakan jalur utama di Selatan Jawa Barat. Apalagi kata Yudi hingga saat ini Jembatan Cibaruyan tak kunjung diperbaiki.

Dengan peristiwa ini Yudi mengajak para pengguna jalan agar selalu hati-hati. Terutama saat melintasi jalan bertebing dan saat atau setelah hujan turun.

Sementara itu Anda Kurniawan (34) seorang pengguna jalan, menilai pemerintah lamban dalam bekerja. Contohnya ambrolnya Jembatan Cibaruyan hingga saat ini belum ada perbaikan Osama sekali. Bahkan cenderung dibiarkan.

"Masak arus balik sudah selesai, tapi saya gak lihat satu pekerja pun di jembatan itu," keluh pria asal Cikoneng, Kabupaten Claims itu. Untuk kejadian ini juga Anda pesimis pemerintah setempat bekerja secepanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement