Kamis 26 Jun 2014 18:03 WIB

'Ada Tekanan Dibalik Pemecatan Kader'

Partai Golkar
Partai Golkar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nusron Wahid, mengaku tetap bersikap tenang atas kabar pemecatan dirinya oleh elite DPP Golkar, bahkan menilai pemecatannya tersebut ada tekanan dari kubu Prabowo-Hatta terhadap elite Golkar.

"Pemecatan yang saya terima, saya anggap sebagai 'teguran halus'. Saya memahami Pak Ical dan Idrus Marham. Mereka mendapat tekanan yang membuat mereka berdua bersikap seperti ini. Ada semacam order(tekanan) dan kita tahu dari mana itu," kata Nusron, Kamis (26/6).

Nusron menegaskan dirinya takkan keluar dari partai itu walau disebut telah dipecat.Ia memahami teguran halus yang diberikan kepadanya karena pihak Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sudah mulai khawatir atas terus melejitnya elektabilitas capres Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres Jusuf Kalla .

"Tingginya elektabilitas Jokowi inilah yang menjadi penyebab. Berbagai cara dilakukan mengeremnya. Baik lewat kampanye hitam maupun mendesak agar saya, Poempida, dan Agus Gumiwang Kartasasmita dikeluarkan dari Golkar," ujar Nusron.

Karena itu, lanjutnya, kendati dirinya dipecat dari Golkar, dia memastikan tidak akan keluar dari Golkar apalagi mencari partai lain.

"Saya berjuang bersama Pak Jokowi-JK karena panggilan nurani dan memperjuangkan sesuatu yang benar. Karena capres yang kami dukung memberikan harapan perubahan bagi bangsa Indonesia yang jauh lebih baik," ujarnya.

sumber : antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi