Ahad 18 May 2014 21:35 WIB

Di Jatim, 256 Pelajar Tak Lulus UN

Red: M Akbar
Sejumlah siswa SMA Negeri 26 Jakarta melakukan aksi corat-coret seragam mereka ketika merayakan kelulusan ujian nasional (UN), Jumat (24/5).
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah siswa SMA Negeri 26 Jakarta melakukan aksi corat-coret seragam mereka ketika merayakan kelulusan ujian nasional (UN), Jumat (24/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebanyak 256 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dinyatakan tak lulus dari Ujian Nasional (UN) 2014. Namun secara umum tingkat kelulusan pelajar SMA dan sederajat pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

''Tahun ini, ada 229.164 siswa SMA/MA dan 155.689 siswa SMK yang menjadi peserta UN, tapi ada 195 siswa SMA/MA atau 0,09 persen yang tidak lulus dan ada 61 siswa SMK atau 0,033 persen yang tidak lulus,'' kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr Harun, di Surabaya, Ahad (18/5).

Harun mengatakan kelulusan di Jatim pada dua tahun terakhir ini relatif sama yakni mencapai 99,9 persen untuk SMA/MA. Untuk kelulusan siswa SMK pada 2013, kata dia, mencapai 99,77 persen. Lalu untuk UN 2014 mencapai 99,96 persen.

''Jadi siswa yang lulus meningkat. Sedangkan siswa yang tidak lulus menurun. Padahal jumlah siswa peserta UN bertambah,'' katanya.

Mengenai penyebab ketidaklulusan ke-256 siswa SMA/MA/SMK di Jatim itu, Harun mengatakan, ada beberapa hal. Diantaranya karena tidak hadir, sakit, dan nilai yang dimiliki siswa tidak lengkap (nilai minimal untuk dinyatakan lulus).

Harun mengungkapkan secara nilai rata-rata peserta UN 2014 untuk SMA/MA adalah 7,63. Lalu nilai rata-rata peserta UN 2014 untuk SMK adalah 7,36.

''Untuk peserta Paket C justru lebih banyak yang tidak lulus karena dari 23.393 peserta untuk jurusan IPA dan IPS tercatat 1.359 peserta yang tidak lulus atau 5,81 persen. Nilai rata-rata peserta Paket C mencapai 7,94,'' katanya.

Jika dibandingkan secara nasional, Harun masih belum mengetahui saat ini Jawa Timur nangkring di peringkat berapa. Tahun ini, kata dia, peringkat kelulusan secara nasional akan diumumkan Mendikbud secara langsung. Pada 2013, Provinsi Jatim menduduki peringkat pertama tingkat kelulusan UN atau kelulusan tertinggi se-Indonesia.

''Yang jelas kami bangga karena UN di Jatim berjalan lancar dan semua tahapan sudah sesuai jadwal ,'' katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement