Jumat 18 Apr 2014 19:40 WIB

Tujuh Meninggal Saat Prosesi Jumat Agung

Korban tewas (ilustrasi)
Foto: www.123rf.com
Korban tewas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede Artha, mengatakan hingga pukul 16.15 WITA, Jumat (18/4), sudah tujuh korban meninggal dalam musibah tenggelamnya perahu nelayan saat prosesi 'Jumat Agung' memperingati wafatnya Isa Almasih di Larantuka Sr Epifanu, CIJ, Andreas Gewawo Kleden (anak).

''Nama-nama korban meninggal yang baru ditemukan adalah Ny Marlin Wangge, Antonius Duan (anak), Maria Nogo Weran, Dede Badin (anak), Lodovikus Tukan," kata Kapolres saat dihubungi lewat telepon dari Kupang, Jumat.

Sementara itu, 21 orang korban lainnya dalam musibah tenggelamnya perahu Bhakti NB 74 itu saat ini sedang dalam perawatan intensif petugas dan paramedis di rumah sakit setempat

"Ke-21 orang korban yang sedang dirawat intensif itu sedang dalam proses identifikasi petugas di RSUD Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur," katanya.

"Total korban tenggelam bersama perahu itu belum dapat dipastikan, sehinggga jumlahnya pun masih simpang siur. Tetapi, yang pasti pencarian masih dilakukan dan segera akan ditambah anggota dan armada laut untuk pengembangan penyisiran di laut sekitar," katanya.

Dia mengatakan perahu yang dilaporkan tenggelam di Selat Gonzalu, antara Flores Timur daratan dengan Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat siang itu, memuat peziarah Katolik. Mereka semula berlayar terpisah dengan perahu dan kapal lain yang sedang melakukan prosesi Jumat Agung (Samasanta).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement