Kamis 17 Apr 2014 12:36 WIB

Polri Harus Berani Putus Aparat 'Karatan'

Rep: Wahyu Syahputra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Bambang Widodo Umar
Bambang Widodo Umar

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Kasus penangkapan oknum Biro Jasa di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya oleh Propam Polri menandai masih adanya praktik ilegal tersebut terjadi di kepolisian.

Polri dinilai ingin melakukan 'bersih-bersih' dari praktik calo yang sudah merugikan pihak kepolisian. Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, masih adanya praktik percaloan di polisi terutama Direktorat Lalu Lintas membuat citra polisi menjadi tidak baik.

''Citranya jelas tidak baik, apalagi jika tidak ditindak secara tegas, karena akan menodai upaya pemberantasan korupsi,'' kata dia, Kamis (17/4),

Upaya yang serius memberantas percaloan harus dilakukan Polri. Caranya, tidak hanya memberantas percaloan saja, tetap melakukan reformasi aparat di tubuh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

''Jangan hanya menindak tegas yang bersangkutan, tapi juga harus berani memutasi aparat yang sudah karatan (terlalu lama tugas di Ditlantas),'' kata Bambang.

Aparat-aparat tersebut dimungkinkan memiliki pelindung pejabat yang lebih tinggi untuk memuluskan aksinya. Bambang mengatakan, pemimpin Polda Metro Jaya hatus memilih aparat yang tidak memiliki mental disuap, selanjutnya ialah pembenahan sistem.

''Kalau tidak, akan terulang lagi karena kerjasama secara terselubung dengan Biro Jasa sudah berjalan lama dan mungkin ada kemudahan tertentu yang diberikan dengan mendapatkan imbalan,'' kata dia.

Sebelumnya, informasi sempat beredar akibat kasus percaloan ini membawa Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Nurhadi Yuwono diperiksa penyidik Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Inspektorat Pengawasan Umum Polri karena diduga mendapat imbalan Rp 350 juta dari biro jasa..

Namun, Nurhadi langsung membantahnya dan mengatakan kabar tersebut merupakan fitnah yang ditujukan kepadanya.

''Alhamdulilah sampai sekarang tidak ada pemeriksaan, Mas. Mohan maaf saya klarifikasi terjadi miskomunikasi dengan adanya biro jasa yang membawa uang pajak kendaraan, saya jujur mas tidak main biro jasa. saya orang yang beriman, dengan fitnah seperti ini mudah-mudahan dimaafkan oleh Allah SWT,'' ujarnya melalui pesan singkat kepada Republika, Rabu (16/4).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement