Ahad 16 Mar 2014 18:41 WIB

'Praktik Curang Marak di Seleksi CPNS Honorer 2013'

Rep: C56/ Red: A.Syalaby Ichsan
  Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/3). (Republika/Yasin Habibi)
Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/3). (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerimaan pegawai Honorer  2013 dinilai terdapat banyak kecurangan. Validitas nama pegawai honorer yang semerawut menunjukkan banyak oknum nakal yang bermain dalam seleksi tersebut.

Anggota Serikat Guru Tangerang Agus F. Hidayat menuturkan jika indikasi kecurangan terasa di Tangerang. "Saya meminta data-data ini secara tertulis maupun lisan ke dinas pendidikan namun mereka tidak memberi dengan alasan belum lengkap dan lainnya," ujar Agus saat melaukan sesi temu media di kantor Indonesia Coruption Wacth (ICW), Jakarta, Ahad (16/3).

Agus mendapati, data yang meloloskan pegawai honorer tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2005 yang mengatur pengangkatan pegawai honorer ketegori K2.

PP ini menyebutkan jika kategori K2 merupakan pegawai honorer yang telah bekerja mulai Desember 2004. selama satu tahun, sampai PP itu dibuat pada Desember 2005. Setelah itu, baru bisa mengajukan tes untuk menjadi CPNS.

Dalam pelaksanaannya, masih banyak pegawai honorer yang bekerja mulai tahun 2005 ke atas dan bisa mengikuti tes CPNS. Padahal seharusnya mereka tidak diperbolehkan.

Agus pun heran karena dalam validitas pembukuan tahun 2010 masih tertulis pegawai honorer yang mulai bekerja di tahun 2006, 2008, maupun 2010. Tetapi pada pembukuan tahun 2013 yang terdapat di BKD dan ditandatangi Sekda, mereka semua mempunyai SK yang sama pada tahun 2004.

Kejanggalan inilah yang sangat disayangkan oleh Agus.tidak singkronya data membuat Agus sangat geram atas perbuatan para pejabat dinas terkait.  Para honorer yang seharusnya bisa menjadi PNS dengan lebih mudah. Menjadi terasa sulit dengan banyaknya oknum nakal pencari keuntungan dari tes CPNS ini.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement