Rabu 05 Mar 2014 11:12 WIB

BNPB: 11.128 Hektare Lahan di Riau Terbakar

Kebakaran terjadi lahan kebun kelapa sawit terlihat dari udara di Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (27/6). Kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau masih terjadi setelah sepekan tanggap darurat asap diberlakukan.
Foto: Antara/Topan Ali
Kebakaran terjadi lahan kebun kelapa sawit terlihat dari udara di Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (27/6). Kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau masih terjadi setelah sepekan tanggap darurat asap diberlakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Seluas 11.128 hektare lahan hutan dan perkebunan serta semak belukar di Provinsi Riau telah terbakar sejak empat pekan terakhir, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diungkapkan, Rabu (5/3).

"Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, jauh meningkat. Kemarin itu luas lahan yang terbakar sesuai dengan data yang masuk baru sekitar 10.502 hektare," kata Agus Wibowo, Humas BNPB yang bertugas di Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan bencana kabut Asap Provinsi Riau di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Luas lahan terbakar terbanyak menurut data tersebut berada di Kabupaten Bengkalis yakni 4.685 hektare, kemduian Meranti sebanyak 3.724 hektare. Ada juga lahan seluas 1.052 hektare di Kabupaten Siak juga terbakar, sementara di Kota Dumai sudah 794 lahan hangus.

Di Kabupaten Indragiri Hilir luas lahan terbakar jumlahnya 329 hektare, dan di Pelalawan sebanyak 165 hektare, Kampar 159 hektare, Indragiri Hulu 137 hektare, serta terakhir di Rokan Hilir ada sebanyak 128 hektare hangus.

Peristiwa kebakaran lahan di Riau tahun ini terjadi sejak awal Februari dan terus meluas hingga saat ini, menyebabkan ruang udara di berbagai wilayah kabupaten/kota menjadi tercemar kabut asap.

Kabut asap juga menyebabkan beberapa aktivitas masyarakat seperti pendidikan, perekonomian dan lainnya menjadi terhambat. Pemerintah setempat telah menyatakan daerah ini dalam situasi tanggap darurat kebakaran lahan dan kabut asap, sekolah-sekolah telah mulai diliburkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement