Selasa 04 Mar 2014 22:34 WIB

Erupsi Kelud Picu Kerugian Pertanian Rp377 Miliar

Gunung Kelud
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Gunung Kelud

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian menyatakan kerugian pada lahan pertanian akibat dampak erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur, mencapai Rp377,54 miliar.

Menteri Pertanian Suswono pada jumpa pers di Jakarta, Selasa mengatakan pihaknya akan segera melakukan rehabilitasi, termasuk dengan menyediakan bantuan bibit tanaman pangan seperti untuk padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan perkebunan.

Namun, untuk jumlah anggaran yang disiapkan dan jumlah benih yang akan disalurkan, Suswono mengatakan pihaknya masih melakukan invertarisir data sehingga dia belum berani mengungkapkannya secara spesifik.

Dari pemaparan Suswono, komoditas pertanian yang paling banyak terkena dampak erupsi adalah tanaman pangan berupa padi dan jagung, sayuran seperti cabai, tomat, dan kacang panjang karena lahan yang terselimuti material erupsi dengan ketebalan bervariasi.

Kemudian ditambah kopi, kakao dan tebu, serta tanaman buah-buahan yakni jeruk, apel, durian, dan mangga dengan taraf kerusakan ringan hingga berat.

Suswono memparkan lahan tanaman padi yang rusak mencapai 871 hektar, jagung 790 hektar, cabai merah 538 hektar, cabai rawit, 1220 hektar, tomat, 155 hektar, bawang merah 47 hektar, dan nanas 1200 hektar.

Kementerian Pertanian akan merehabilitasi lahan pertanian yang tertutup material abu kurang dari 20 sentimeter, dengan segera mengolah lahan pertanian, mencampur dengan tanah asli dan ditambah dosis bahan organik sebesar lima ton per hektar.

Sedangkan lahan kering untuk sayuran, akan diolah dengan tanah asli yang ditambah pupuk atau bahan organik dosis lima ton per hektar dan tanam sayur yang  bukan diambil ubinya.

"Tanaman kebun seperti kopi dan coklat yang masih hidup harus segera dipelihara, yang mati akan dilakukan penyulaman dengan lubang berkedalaman 60 sentimeter. tanah dicampur dengan organik digunakan untuk menimbun lubang," ujar dia.

Bantuan juga akan mencakup pakan ternak atau konsentrat karena material erupsi Kelud telah menutup sebagain lahan pertanian sehingga pemilik ternak kesulitan mendapatkan pakan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement