Selasa 04 Mar 2014 20:17 WIB

Pemkot Depok Ajukan Anggaran Rp 451 Milyar Untuk Normalisasi Situ

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Muhammad Hafil
Situ Cisanti, Jawa Barat
Foto: Adhi Wicaksono/REPUBLIKA
Situ Cisanti, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Herry Gumelar mengungkapkan, bahwa untuk  mengantisipasi banjir di musim penghujan, Pemkot Depok telah merencanakan untuk melakukan pengerukan sebanyak 20 Situ yang ada di Depok.

''Kami telah mengajukan surat permohonan dana ke Kementrian Pekerjaan Umum sebesar Rp 451 Milyar untuk melakukan pengerukan sebanyak 20 Situ yang ada di Depok,'' kata Herry, di Balaikota Depok, Jawa Barat (Jabar), Srlasa (4/3).

Menurut Herry, dengan pengerukan ini, agar seluruh Situ dapat menampung air sehingga bisa mengurangi banjir baik dari hulu hingga ke hilir. Pemkot Depok juga mengajukan usulan untuk pembuatan sumur imbuhan, diantaranya 11 titik ke provinsi Jawa Barat, dan 63 titik ke kementrian Pekerjaan Umum.

Nantinya sumur imbuhan tersebut akan disebar di 63 kelurahan agar dapat mengurangi banjir atau genangan di Kota Depok. ''Tahun 2013 kita telah membuat tiga titik sumur imbuhan, dan hasilnya cukup signifikan mengurangi genangan air,'' terang ujar Herry.

Masalah banjir, lanjutnya, sebenarnya tidak bisa diselesaikan oleh Pemkot Depok saja, tetapi upaya penanganan banjir bisa juga dilakukan warga dengan membuat sumur resapan. Pembuatan sumur resapan dengan ukuran diameter satu meter dan kedalam tiga meter, dapat mendepositkan air dua meter kubik.

Kalau setiap kepala keluarga (KK) bisa menampung dua meter kubik, sementara jumlah penduduk Depok mencapai 1,8 juta, maka dapat membuat sumur resapan sebanyak 600 ribu sumur. Dari 600 ribu sumur dikalikan dua kubik bisa menampung 1,2 juta meter kubik air, sementara perkiraan kasar banjir totalnya sekitar masih satu juta meter kubik.

''Artinya dengan sumur resapan itu yang dilaksanakan merata di setiap Kepala Keluarga, maka dipastikan tidak ada banjir atau genangan. Itu kembali pada kepedulian masyarakatnya,'' terang Herry yang menambahkan, bahwa dalam mengantisipasi mengurangi banjir seperti terjadi luapan di Situ, maka pihaknya melakukan peninggian turap atau pengerukan Situ.

''Sebenarnya kewenanang Situ adalah di pusat, kita hanya melakukan pemeliharaan, dan kondisi darurat saja, ada keterbatasan kita untuk bergerak melakukannya. Penurapan Situ telah dilakukan di beberapa titik,'' ujar Herry. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement