Ahad 16 Feb 2014 19:21 WIB

Langit Jakarta Mendung, Apakah Dampak dari Abu Vulkanik Kelud?

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Nidia Zuraya
Sebaran abu vulkanik Kelud terasa hingga bagian barat Pulau Jawa.
Foto: Adhi Wicaksono/Republika
Sebaran abu vulkanik Kelud terasa hingga bagian barat Pulau Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan kondisi berawan di Jakarta tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Kelud yang terjadi di Jawa Timur. Suasana berawan di Jakarta adalah hal biasa-biasa saja.

 

Kepala Bidang Informasi Meteorology Public BMKG, Kukuh Ribudianto, menjelaskan posisi angin baik lapisan bawah maupun atas sudah dominan ke timur dan selatan. “Saya lihat tidak ada kaitan dengan Gunung Kelud,” paparnya, saat dihubungi, Ahad (16/2). Debu vulkanik Kelud menurutnya tertiup angin ke arah Samudra Hindia.

 

Ketua tanggap darurat letusan gunung Kelud Kementerian ESDM, Gede Suantika, menyatakan hal sama. “Kalau di Jakarta mengalami hujan debu maka bisa saja dikaitkan dengan situasi Kelud,” imbuhnya.

Dia menegaskan debu vulkanik paling jauh hanya sampai ke Bandung. Tidak ada informasi yang menyatakan debu Kelud sampai ke Jakarta sehingga membuat cuaca di Jakarta berawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement