Ahad 16 Feb 2014 00:31 WIB

Meski Bandara Sudah Bersih Pesawat Tak Bisa Langsung Terbang

Upaya pembersihan mulai dilakukan sejumlah bandara yang terkena dampak letusan Gunung Kelud.
Foto: Andreas Fitri/Antara
Upaya pembersihan mulai dilakukan sejumlah bandara yang terkena dampak letusan Gunung Kelud.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sejumlah pesawat yang terpaksa parkir di bandara karena terkena dampak letusan Gunung Kelud tidak bisa langsung diterbangkan. Meski abu vulkanik telah dibersihkan beberapa pengecekan diperlukan sebelum dipastikan pesawat laik terbang.

Sejumlah pesawat maskapai penerbangan asing tampak memarkirkan beberapa armadanya di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. "Pesawat asing itu antara lain milik maskapai China Airlines dan Cathay Pacific. Masing-masing maskapai yang mempunyai rute penerbangan Surabaya - Hong Kong itu memarkirkan satu unit armada di Juanda," ungkap Trikora Harjo, general manager AP I Bandara Internasional Juanda.

Seluruh pesawat tersebut terpaksa diparkirkan di Bandara Internasional Juanda guna melakukan sejumlah tahapan perawatan armada secara manual karena debu vulkanik diindikasikan telah masuk dalam mesin. "Pesawat-pesawat itu butuh penanganan lebih lanjut seperti melakukan pengecekan, penggantian saringan udara atau filter, pembersihan kompresor, pelaksanaan monitoring dan engine run up atau pemanasan mesin," ujarnya.

Secara total, sekitar 33 pesawat yang parkir di Juanda. Untuk di Terminal 1 (T1) ada sebanyak 20 unit pesawat. Meliputi Citilink empat unit, Lion Air delapan unit, dan Sriwijaya Air dua unit.

"Ada pula pesawat Trigana satu unit, Travira dua unit, Wings Air satu unit dan pesawat carter dua unit," katanya menambahkan. Sementara itu, pesawat yang parkir di Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda mencapai 13 unit pesawat baik rute penerbangan domestik maupun internasional.

"Dengan perincian lima unit milik Garuda Indonesia, enam unit milik AirAsia Indonesia, dan masing-masing satu unit milik maskapai asing itu," paparnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement