Kamis 06 Feb 2014 09:30 WIB

PMI Buka Layanan Cuci Darah Bagi Warga Miskin

Rep: edy setioko/ Red: Damanhuri Zuhri
Palang Merah Indonesia (PMI)
Foto: Antara/Dhoni Setiawan
Palang Merah Indonesia (PMI)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kabar gembira bagi penderita penyakit gagal ginjal. Saat ini, Lions Club Solo Bengawan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Solo menyediakan Klinik Hemodialisis mulai Maret mendatang.

Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, Rabu (5/2), mengatakan, pembukaan klinik Hemodilitasis ini sebagai bentuk kepedulian PMI dan Lions Club terhadap masyarakat. Terutama bagi warga miskin yang menderita gangguan gagal ginjal.

Dalam hal kerjasama tersebut, Lions Club menyediakan semua alat, khususnya mesin Cuci darah, beserta perlengkapan. Seperti, Bed Pasien, Wather Treatment, pembuatan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Sedang PMI Solo menyediakan tempat, tenaga medis, dan bertanggung-jawab atas operasional alat tersebut.

Menurut Sumartono, beberapa bagian dari perlengkapan sudah datang di PMI Solo. Tapi, PMI Solo masih harus melakukan pembenahan ruangan untuk menampung 10 alat cuci darah yang rencananya akan beroperasi akhir Maret 2014 tersebut.

Rencananya bulan Februari. Namun, karena masih harus dilakukan perizinan, pembenahan ruang, dan kesiapan tenaga medis dari pihak PMI Solo, maka diundur hingga Maret mendatang.

Sumartono menjelaskan, pihaknya belum mengkalkulasi untuk biaya cuci darah. Namun, pihaknya akan membantu warga masyarakat yang tidak mampu secara finansial.

Dengan cara mengadopsi Klinik Hemodialisis yang ada di Jakarta dengan memberikan pelayanan secara cuma-cuma untuk pasien yang pertama kali cuci darah. Selanjutnya, pihaknya akan mengurus pembiayaan melalui BPJS.

''Intinya, kami berniat membantu penderita gagal ginjal. Jadi, untuk biaya itu bukan yang utama,'' tambah Sumartono.

Berdasarkan data Departemen Kesehatan, dari 0,8 persen penderita gagal ginjal di Indonesia. Hanya 0,4 persen yang bisa ditangani. Hal ini dikarenakan masih kurangnya Klinik Hemodialisis di Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement