Sabtu 25 Jan 2014 22:45 WIB

Pandeglang Akan Dipasang Deteksi Gempa Bumi

REPUBLIKA.CO.ID,PANDEGLANG--Wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akan dipasangi alat deteksi gempa atau seismic sensor bantuan pemerintah Jepang.

"Rencananya pemasangan alat deteksi gempa ini dilakukan tahun ini," kata Kepala Badan Penenggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Encep Suryadi ketika dikonfirmasi di Pandeglang, Sabtu.

Pemerintah Jepang, kata dia telah menyampaikan program untuk pemasangan alat empat alat deteksi gempa di daerah ini, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, alat deteksi tersebut akan dipasang di Kecamatan Sumur, Panimbang, Cigeulis dan Cikeusik yang merupakan daerah berada di sepanjang pantai.

Ia mengatakan deteksi gempa itu berbentuk tower dan gardu yang dilengkapi alat yang dapat mengidentifikasi kekuatan gempa yang terjadi di wilayah Pandeglang.

Alat itu, kata dia terhubung secara "online" ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Dari BMKG itu nanti disampaikan ke kita, dan kami bisa langsung melakukan penanganan dan langkah mengantisipasi gempa susulan serta kemungkinan terjadinya tsunami," ujarnya.

Encep juga menyatakan Pandeglan merupakan satu dari 16 daerah di Indonesia yang dinyatakan rawan bencana, termasuk gempa dan tsunami.

"Karena kita rawan bencana, maka BMKG membangun sistem peringatan dini bencana (early warning system-EWS) di Pandeglang," katanya.

EWS yang dibangun di Desa Teluk, Kecamatan Labuan itu, dilengkapi dengan sirine peringatan terjadinya bencana, yang akan berbunyi ketika bencana terjadi.

Encep menyatakan, pembangunan EWS tersebut merupakan bantuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), yang pelaksanaan di pembangunan di lapangan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Jadi, biaya dari JICA, pelaksanaan pembangunan oleh BMKG, kami dari pemerintah Kabupaten Pandeglang hanya menyediakan lahan," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement