REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas dari Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Timur baru berhasil mengevakuasi 15 warga Kampung Pulo untuk diungsikan ke tempat aman. Petugas kesulitan karena mayoritas warga memilih bertahan meski rumah mereka sudah terendam air.
Ali Fatar (49 tahun), Kepala Sektor Pemadam Kebakaran (Damkar) Jatinegara, mengatakan, pihaknya menurunkan 30 personel untuk melakukan evakuasi di wilayah Kampung Pulo.
"Tim kami membawa peralatan dua buah mobil damkar yang besar, serta mobil-mobil damkar yang kecil senagai unit pendukung. Tim kami juga membawa empat buah perahu kayak bermesin," ujar Ali Fatar di lokasi, Senin (13/1).
Damkar Jaktim juga membawa dua buah perahu kayak bermesin untuk mengevakuasi warga. Menurutnya, hingga saat ini baru 15 orang warga Kampung Pulo yang bersedia dievakuasi oleh petugas damkar, yakni warga dari Rukun Tetangga (RT) 8 dan RT 12, RW 03, Kampung Pulo.
Adapun warga lainnya tidak bersedia dievakuasi karena menganggap banjir masih belum terlalu tinggi dan bisa naik ke lantai dua rumah mereka. Apalagi mereka juga sudah terbiasa puluhan tahun menghadapi situasi banjir.
Diantara para pengungsi tersebut terdapat seorang bayi, Keysha (1,5 bulan), bersama ibunya, Lilis (19 tahun), yang berasal dari RT 12, RW 3, Kampung Pulo.