Senin 02 Dec 2013 04:56 WIB

Pembeli dan Pemilik Masjid Teja Suar Bangun Masjid Baru

Rep: lilis/ Red: Damanhuri Zuhri
Masjid Teja Suar di Cirebon, Jawa Barat.
Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Masjid Teja Suar di Cirebon, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Pembeli lahan yang di atasnya berdiri Masjid Teja Suar, Achmad Berliana Zulkifly, menyatakan, telah melakukan transaksi jual beli lahan milik H Maulwi Saelan pada 3 November 2013 lalu.

Namun, dia dan Saelan berjanji akan membangun masjid di lahan yang baru. ‘’Selama masjid yang baru belum ada, saya tidak akan membongkar masjid Teja Suar,’’ ujar Achmad, Ahad (1/12).

Achmad menyatakan, masjid yang baru itu akan dibangun bersama antara dirinya dengan H Saelan. Dia menyebutkan, masjid yang baru nantinya memiliki luas sekitar 400 meter persegi. Sedangkan Masjid Teja Suar saat ini, hanya seluas 300 meter persegi.

Adapun lokasi masjid yang baru, rencananya akan dibangun di belakang lokasi Masjid Teja Suar. ‘’Masjid yang baru akan diwakafkan H Saelan kepada masyarakat Cirebon,’’ ujar Achmad.

Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai awal proses pembelian lahan milik Saelan yang terletak di Jalan Tuparev tersebut, Achmad menerangkan, sebelumnya telah mendengar kabar rencana penjualan lahan itu sekitar dua tahun lalu. Merasa tertarik, dia mulai melakukan penjajakan dengan Saelan pada Juli hingga Agustus.

Tak hanya itu, Achmad pun menelusuri ke berbagai pihak mengenai status Masjid Teja Suar, termasuk mengenai kemungkinan masjid itu merupakan situs budaya. Setelah diperoleh informasi bahwa masjid itu milik pribadi keluarga Saelan, dia berani melanjutkan proses negosiasi.

Achmad menyatakan, memiliki akta jual beli lahan itu yang disaksikan notaris di Cirebon. Di sertifikat awal, lahan tersebut atas nama Cicih Awasih, istri Saelan.

Achmad menambahkan, Saelan menjual lahan tersebut karena ingin mewujudkan cita-cita membangun sebuah perguruan tinggi di kawasan Bogor. Dengan alasan itulah, dia memberanikan diri untuk membeli lahan yang di atasnya berdiri masjid Teja Suar.

Namun, Achmad enggan menyebutkan nilai jual lahan dan masjid yang berdiri di atasnya. Dia pun tidak mau menjawab apakah sudah membayar secara total, atau baru sebatas uang muka.

Achmad menerangkan, di lahan tersebut, dia berencana akan membangun pusat perkantoran dan showroom. Namun, dia menyatakan belum akan merealisasikan hal tersebut dalam waktu dekat.

‘’Dengan adanya ribut-ribut seperti sekarang, saya mau cooling down dulu,’’ jelas pria yang sebelumnya berprofesi sebagai pereli nasional dan mantan ketua asosiasi batu bara itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement