Jumat 15 Nov 2013 01:31 WIB

Begini Cara Gubernur Ini Agar Produk Dalam Negeri Laku

Rep: Heri Purwata/ Red: Julkifli Marbun
Sri Sultan Hamengkubuwono X
Foto: Republika
Sri Sultan Hamengkubuwono X

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA –- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menandaskan Gerakan ‘Bela dan Beli Produk Indonesia’ tidak akan sukses tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, Sultan HB X meminta agar masyarakat mau mendukung gerakan ini.

Sri Sultan HB X mengemukakan hal itu kepada wartawan seusai mencanangkan Gerakan ‘Bela dan Beli Produk Indonesia  dari Yogyakarta untuk Nusantara’ di Yogyakarta, Kamis (14/11). Agar gerakan ini dikenal masyarakat, maka perlu dilakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. 

“Bisa saja ada kebijakan dari Pemda (pemerintah daerah) untuk menggunakan produk lokal. Namun permasalahannya, apakah kebijakan itu akan diikuti masyarakat? Perda belum tentu ampuh,” kata Sultan HB X. 

Dijelaskan Sultan HB X, semboyan Aku Cinta Produk Indonesia seharusnya dikampanyekan seluruh jajaran pemerintah secara berkesinambungan. Hal ini sebagai upaya menegakkan semangat penggunaan produk-produk dalam negeri di tengah jebakan globalisasi. 

“Dengan menggunakan produk dalam negeri akan menjadikan aktivitas ekonomi terus mengalir, pergerakan ekonomi tetap stabil dan meningkatkan perkembangan ekonomi. Sehingga kondisi ini akan mengantarkan masyarakat Indonesia menjadi sejahtera dan sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa,” tandasnya. 

Lebih lanjut, Sultan HB X mengatakan saat ini kehadiran produk luar negeri lebih cepat dikenal dibandingkan dengan produk dalam negeri. Hal ini dikarenakan produk luar negeri memiliki system promosi yang konsisten, berkesinambungan, dan menyentuh semua lapisan. 

“Saat ini, kehadiran produk luar negeri telah menggeser produk dalam negeri. Ironisnya, banyak masyarakat Indonesia cenderung memilih produk luar negeri dengan anggapan produk luar lebih berkualitas, up to date, inovatif dan menampilkan presitise,” jelasnya.

Karena itu, kata Sultan, pasca pencanangan ini perlu dilanjutkan dengan kegiatan yang mencerahkan masyarakat akan pentingnya menggunakan produk local. Di antaranya, melalui penyuluhan, menggelar pameran penggunaan produk local secara berkesinambungan. Selain itu, juga dilakukan survey dan studi keunggulan produk local, serta memfasilitasi dan menyebarkan informasi data produk local DIY oleh setiap instansi terkait. 

Sudah banyak produk local DIY yang terkenal dan berkualitas, di antaranya, kaos Dagadu, Motor MAKA (Mega Andalan Kalasan), Cokro Telo, bakpia Pathok, salak pondoh Sleman, dan gula semut Kulonprogo. “Saya mengimbau kepada para wakil rakyat DIY, baik di DPR RI dan DPD RI, agar mengkritisi kebijakan pro system eknomi neo-liberalisme dan menggusahakan agar semangat ekonomi free trade diubah menjadi fair trade yang pro rakyat,” tandasnya. 

Bagi bangsa Indonesia, kata Sultan HB X, kemandirian bangsa merupakan factor penting, sebab kemandirian tidak hanya mencakup kecukupan diri di bidang ekonomi, tetapi juga meliputi faktor manusianya yang mengandung unsure penemuan diri berdasarkan kepercayaan diri. “Kemandirian adaah sikap yang mengutamakan kemampuan diri dalam mengatasi masalah demi mencapai tujuan nasional, tanpa menutup diri terhadap kerja sama yang bersifat mutual benefits,” katanya.

Sementara gerakan ini dicanangkan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat DIY. Gerakan dari Yogya untuk Nusantara ini juga menggelar expo produk nusantara seperti kerajinan, furniture, fashion, kuliner, bahan pangan, dan teknologi tepat guna di halaman BI  Rabu-Sabtu (14-17/11).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement