Kamis 14 Nov 2013 17:29 WIB

Warga Ulujami Was-was Kali Pesanggrahan Meluap

Rep: C30/mas alamil huda/ Red: Djibril Muhammad
Kali Pesanggrahan
Foto: antara
Kali Pesanggrahan

REPUBLIKA.CO.ID, PESANGGRAHAN -- Warga RW 03 Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan masih merasa was-was dengan meluapnya Kali Pesanggrahan.

Hingga saat ini, Kamis (14/11) siang, warga masih bersiaga bila sewaktu-waktu kali tersebut meluap akibat kiriman air dari Bogor.

Ketua RT 19 RW 03, Suranto mengatakan, curah hujan yang masih tinggi bisa saja membuat Kali Pesanggrahan meluap. "Ini kan kiriman dari Bogor yang besar. Kalau di sana (volume air) besar, sini (Kali Pesanggrahan) pasti meluap," katanya saat ditemui Republika, di rumahnya, Kamis (14/11).

Meski demikian, Suranto melanjutkan, akibat sering meluapnya Kali Pesanggrahan, warga sudah 'terbiasa' untuk mengantisipasinya.

Setelah mendapat informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tentang naiknya volume air di hulu, warga kemudian langsung mengamankan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi setelah memperoleh informasi tersebut.

"Kalau sudah diinformasikan dari BPBD air di hulu tinggi, ya kita langsung informasikan ke warga. Dan warga siap-siap seperti biasa," ujarnya.

Suranto mengaku, sejak Hari Raya Idul Fitri, Agustus lalu, Kali Pesanggrahan telah meluap sebanyak tujuh kali.

Curah hujan dan volume air kiriman dari Bogor yang tinggi membuat Kali Pesanggrahan meluap pada hari Rabu (13/11) kemarin. Akibatnya sebanyak empat RT di RW03 Kelurahan Ulujami terendam air hingga ketinggian 170 sentimeter. Banjir terparah terjadi di RT17 dan RT 19.

Hal ini membuat warga terpaksa mengungsi sementara. Dua lokasi pengungsian yang digunakan warga yakni di gedung Sasana Krida sebanyak 300 jiwa dan di Masjid Almuharromah 70 jiwa.

Pengungsi terbanyak berasal dari RT19 yakni 150 jiwa. Sedangkan rumah yang terendam air seluruhnya mencapai 192 rumah. Air baru surut pada Kamis (14/11) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari pantauan Republika, hingga Kamis siang puluhan rumah masih tampak terendam di RW 03. Air berwarna coklat keruh masih menggenangi beberapa rumah warga. Terlihat juga sebagian warga yang mulai membersihkan rumahnya dari kotoran sisa-sisa banjir.

Udin (50 tahun), warga RT17 RW03 misalnya. Ia terlihat sedang membersihkan rumahnya. Dengan peralatan seadanya ia mendorong air yang masih tertinggal di dalam rumah miliknya. "Rumah saya satu meteran kemarin air masuk,ini tadi sudah mulai surut," katanya.

Sementara itu, bantuan dari Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan juga sudah sampai ke warga. Bantuan tersebut berupa nasi bungkus dan mie instan. "Ya kemarin sudah dapat dua kali (nasi bungkus). Siang sama sore," ujar Yanti, salah satu warga RW03.

Meski demikian, warga juga membuat persiapan secara mandiri berupa dapur umum. Selain itu, warga juga mempersiapkan alat evakuasi untuk korban banjir bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement