Selasa 29 Oct 2013 13:06 WIB

'Capres Harus Diuji Kemampuan Bahasa Indonesia'

Rep: Rusdi Nurdiansyah/ Red: A.Syalaby Ichsan
 Buku pelajaran Bahasa Indonesia (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Buku pelajaran Bahasa Indonesia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosiolog Ignas Kleden mengatakan, sudah saatnya para pejabat diuji kemampuannya berbahasa Indonesia. Semakin tinggi eselonnya, semakin tinggi skor yang wajib dipenuhi.

''Kalau tertib berbahasa pasti cara berpikirnya jernih'' kata doktor sosiologi lulusan University of Bielefeld, Jerman itu saat memberikan dukungan Kongres Bahasa X di Jakarta, Selasa (29/10).

Ignas juga mengusulkan semua calon presiden (capres) harus di tes Bahasa Indonesia. ''Para capres harus menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar selain itu juga dapat menuliskan esai singkat dalam Bahasa Indonesia. Itu penting selain untuk mendorong kebanggaan berbahasa Indonesia juga agar tertib berbicara dan berpikir,'' jelas Ignas yang menguasai bahasa Inggris, Jerman dan Latin itu.

Menurut Ignas, bahasa menunjukkan bangsa dan kualitas seseorang. Dia menjelaskan, bahasa menunjukkan kualitas seseorang. Dengan demikian, kemampuan berbahasa Indonesia seseorang akan pula mencerminkan kualitasnya sebagai pribadi.

''Tidak seperti sekarang, seseorang mencampur-campurkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan maksud menandakan dirinya hebat, tetapi sesungguhnya pengetahuan bahasanya rendah,''ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement