Selasa 08 Oct 2013 21:01 WIB

Satu Korban Siraman Air Keras Masih Dirawat di RS Jatinegara

Rep: Riana Dwi Resky/ Red: Djibril Muhammad
Tersangka pelaku penyiraman air keras saat menjalani pemeriksaan di Polres Jatinegara, Jakarta, Senin (7/10).
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Tersangka pelaku penyiraman air keras saat menjalani pemeriksaan di Polres Jatinegara, Jakarta, Senin (7/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu korban siraman air keras masih dirawat di RS Premiere Jatinegara. Customer Service Supervisor RS Premiere Jatinegara, Sukendar mengatakan, pasien bernama Beta Virgin Silalahi (34 tahun).

Kini Beta sedang menunggu penanganan dokter selanjutnya. "Sekarang tunggu diperiksa dokter kulit," ujarnya kepada Republika, Selasa (8/10).

Menurut Sukendar, dari 13 korban siraman air keras ada tiga korban yang dirawat di RS Premiere Jatinegara. Pasien bernama Tio, Dwi dan Beta. Tio pulang pada Sabtu malam, Dwi dibawa ke RSCM dan Beta tetap dirawat di RS Premiere. 

Kondisi pasien Beta kini sudah membaik. Dokter spesialis mata sudah menangani mata kirinya sehingga penglihatannya berangsur-angsur kembali, walaupun masih ada yang mengganjal.

Selain mata, kedua tangan dan paha pasienjuga terkena air keras. Sehingga masih menunggu penanganan dari dokter kulit sore ini. Saat ini Beta dirawat di Ruang Perawatan lantai 7, di ruang perawatan bedah, kamar 706. 

Pasien Beta menulis surat pemberitahuan kepada pihak rumah sakit untuk menyetop wartawan yang ingin mewawancarainya karena ia  ingin beristirahat. 

Masing-masing pasien membayar sendiri biaya rumah sakit dari jaminan kesehatan pribadi. Ada kabar yang menyebutkan bahwa Jokowi akan mengganti seluruh biaya perawatan namun menurut Sukendar aplikasi tersebut belum diterima pihak rumah sakit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement