REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan ratusan petugas kesehatan untuk mengawasi dan memeriksa kesehatan hewan kurban. Pasalnya, menjelang hari Raya Idul Adha, pasar hewan kurban akan menjamur di kota ini.
Kepala Bidang Pertanian Disperindagkoptan Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dalam pengawasan kesehatan hewan kurban tersebut.
"Ada 173 petugas yang kita siapkan untuk mengawasi dan memeriksa kesehatan hewan kurban ini. Petugas itu dari tim kesehatan kita dan dari UGM," ujarnya, Ahad (29/9).
Pihaknya akan memberikan label khusus pada setiap hewan kurban yang dinilai layak menjadi hewan kurban. "Labelisasi ini akan kita lakukan seminggu sebelum hari raya kurban," ujarnya.
Bagi hewan yang tidak diberikan label maka tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan. Saat ini, kata Benny, pihaknya tengah mendata pasar tiban yang mulai marak menjelang Lebaran Haji.
"Kita tengah mendata jumlah pasar hewan tiban, setelah itu baru tim kesehatan kita turunkan untuk memeriksa hewan-hewan kurban tersebut," tambahnya.
Selain memeriksa hewan kurban sebelum disembelih, pihaknya juga menerjunkan tim untuk memeriksa kualitas daging dari hewan kurban yang disembelih ini.
Dalam pemeriksaan ini pihaknya bekerjasama dengan takmir masjid. "Selain virus kita juga mencermati cacing hati yang terkadang kita jumpai di hewan kurban setelah disembelih," ujarnya. Dengan pemeriksaan itu diharapkan daging kurban yang dibagikan ke masyarakat terjamin kualitasnya.