REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Ribuan nelayan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melarung sesajen ke tengah perairan laut wilayah pesisir Mandati, Kamis sore.
Kepala Bagian Infokom Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Wakatobi, La Ode Ifi melalui telepon dari Wakatobi mengatakan sesajen yang dilarung para nelayan tersebut berisi berbagai jenis panganan khas daerah Wakatobi termasuk telur ayam, daun sirih dan pinang.
"Dalam tatanan masyarakat setempat melarung sesajen ke tengah laut itu disebut tradisi 'Bangka Mbule-mbule'," katanya.
Tradisi tersebut kata dia digelar para nelayan sekali setahun pada setiap kali musim paceklik ikan dan kondisi cuaca di laut sedang tidak bersahabat dengan para nelayan, terutama nelayan penangkap ikan.
"Sesajen yang dilarung di tengah laut, dimaknai sebagai permohonan kepada penguasa alam laut agar melimpahkan rejeki para nelayan saat melaut," katanya.
Selain itu, ujarnya, sesajen yang dilarung juga sebagai permohonan kepada penguasa alam laut agar menjauhkan para nelayan dari marabahaya gelombang laut perairan laut Wakatobi yang pada kondisi tertentu sangat ganas.
"Tadisi "Mbangka Mbule-mbule ini merupakan warisan dari leluhur masyarakat Wakatobi yang hingga saat ini masih tetap dilestarikan," katanya.
Menurut Ifi, 'Mbangka Mbule-mbule yang digelar Kamis sore, merupakan rangkaian Festival Budaya Wakatobi yang dipersembahkan kepada para peserta Sail Komodo 2013 yang singgah di kabupaten tersebut.
Pada setiap kegiatan Festival, selain tradisi 'Mangka Mbule-mbule', para turis mancanegara itu juga disuguhi dengan berbagai tradisi budaya Wakatobi lainnya seperti 'posepa', Kabuenga dan sejumlah tari-tarian khas daerah setempat.