Jumat 19 Jul 2013 17:20 WIB

PLN Segera Manfaatkan PLTU Lombok, Diyakini Hemat BBM

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Petugas PLTU memeriksa kondisi pembangkit listrik.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas PLTU memeriksa kondisi pembangkit listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT PLN (Persero) siap membeli listrik dari PLTU Lombok Timur. Upaya ini dipercaya mampu menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengatakan PLTU Lombok Timur ini akan mampu menghemat penggunaan BBM. Saat ini di wilayah Lombok Timur masih banyak  Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang menggunakan BBM.  PLTU ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM.

"Bisa menghemat penggunaan BBM Rp890 miliar pertahun," ujarnya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (19/7).

Nur berujar kebutuhan listrik di sana makin besar. "Kebanyakan daerah biasanya hanya pakai PLTD karena memang kebutuhan listrik di sana juga masih kecil," kata dia. Ke depannya di Lombok akan dibangun transmisi kelistrikan dengan cara menambahkan sejumlah PLTU sejalan dengan rasio elektrifikasi dan peningkatan kebutuhan listrik.

Nur menyebutkan biasanya pedoman tata cara pengadaan listrik swasta memerlukan waktu 321 hari untuk menyelesaikan prakualifikasi sampai tanda tangan kontrak. Namun PLTU Lombok Timur hanya membutuhkan waktu 263 hari. "Mereka lebih cepat," kata dia.

Hari ini PLN telah menandatangani perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Lombok Energy Dynamic sebagai pemilik PLTU Lombok Timur. PLTU ini  berkapasitas 2x25 megawatt. Pembangunan diperkirakan selesai pada 2016.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement