Senin 01 Jul 2013 20:40 WIB

Sebanyak 80 Peserta Ikuti Pembinaan Pokdarwis

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Djibril Muhammad
Pokdarwis
Foto: panoramio.com
Pokdarwis

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Sebanyak 80 peserta mengikuti pembinaan yang mewakili seluruh kelompok sadar wisata (pokdarwis) se-DIY, di Gedung Unit VIII Kepatihan Yogyakarta, Senin (1/7).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir, di DIY saat ini ada sekitar 90 desa wisata yang dikelola Pokdarwis. Namun tidak semua Desa Wisata di DIY aktif. Saat ini ada sekitar 5 ribu pengelola desa wisata DIY.

"Untuk meningkatkan pengunjung pariwisata, Kelompok Jaringan Sadar Wisata setempatlah yang harus bisa mengkoordinir dengan baik, supaya fasilitas, keamanan, kenyamanan, pengujung wisata bisa dijamin dengan baik," kata Tazbir pada saat membuka acara Pembinaan Kelompok Jaringan Sadar Wisata.

Sinerginitas dan kerja sama antara Kelompok Jaringan Sadar Wisata (POKDARWIS) dengan Pemerintah sangat dibutuhkan. "Dengan sinerginitas diharapkan akan bisa menghasilkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar destinasi pariwisata dan masyarakat pada umumnya." katanya.

Awal berdirinya Jaringan Pokdarwis bersamaan dengan sapta pesona yang isinya sudah mengampu pada kegiatan pariwisata.

"Untuk pengembangan jaringan Pokdarwis dibagi dalam tiga kluster yakni Kluster I (Embrio) Lampung, Banten dan Kalimantan Timur, Kluster II (Berkembang) adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat dan Kulster III (Maju) DIY, Bali dan Jawa Tengah," kata salah seorang pemateri Djoko Purwanggono.

Sementara itu Bakri dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan sadar wisata adalah kondisi dan situasi masyarakat yang sadar, dan ikut partisipasi dalam mendorong pengembangan kepariwisataan.

Hal ini  bisa diwujudkan dalam lingkungan dan suasana yang kondusif serta bisa manarik minat pengujung wisata. Kontribusi sektor pariwisata menempati urutan ke lima sebagai penyumbang devisa terbesar nasional (tahun 2011) dan dari tahun 2009 sampai 2011 terus meningkat yakni: tahun 2009 sebesar  6,3 miliar dolar, tahun 2010 sebesar 7,60 miliar dollar dan tahun 2011 sebesar 8,55 miliar dolar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement