Sabtu 22 Jun 2013 19:17 WIB

Menag Doakan Penerima BLSM Cepat Naik Haji

Rep: Amri Amrullah/ Red: Mansyur Faqih
 Pengendara melintas didepan spanduk penolakan kenaikan BBM di Jakarta, Jumat (7/6).  (Republika/Tahta Aidilla)
Pengendara melintas didepan spanduk penolakan kenaikan BBM di Jakarta, Jumat (7/6). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Agama, Suryadharma Ali mendoakan semoga para penerima BLSM mendapatkan keberkahan dan cepat naik haji. Hal tersebut dikemukakan ketika menyalurkan BLSM bagi masyarakat miskin di Kantor Pos Pekayon Jalan Raya Bogor KM 27, Jakarta Timur, Sabtu (22/06). 

"Semoga ini menjadi berkah bagi si penerima dan mereka yang menerima bisa cepat mendapatkan kesempatan pergi haji," kata Suryadharma.

Menag menyalurkan BLSM didampingi Sekretaris Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis), Kamaruddin Amin, Kepala Kantor Pos Area Ritel Jakarta-Banten, Aan Anwar, dan Kepala Kantor Pos setempat, Edy Subagyo. 

Ia yakin masyarakat penerima BLSM dapat memahami pentingnya kenaikan BBM. Karena ini adalah kebijakan untuk pengalihan subsidi yang tadinya diterima kalangan kaya dan mampu ke mereka yang miskin. Sebagai ilustrasi, ucapnya, warga miskin selama ini mengkonsumsi BBM hanya lima liter per hari. Sementara orang kaya 15 liter per hari.

"Kalau 15 liter maka nilai subsidinya Rp 85 ribu per hari. Kalau sebulan, subsidi yang diterima orang kaya mencapai Rp 2,4 juta. Itu tidak adil," ujar dia. 

Jadi, lanjut Suryadharma, lebih baik menaikan harga BBM. Dana kompensasi tersebut selanjutnya diperuntukkan buat sekolah, raskin, dan beasiwa bagi 16,6 juta siswa miskin. Selain itu, diperuntukan juga untuk program keluarga harapan, dan pembangunan infrastruktur. 

Penerima BLSM, Supardi (39 tahun) mengaku, bantuan tersebut sangat membantu untuk kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. "Sekarang belanja kebutuhan untuk dapur sudah naik," katanya.

Pengakuan serupa juga disampaikan Yani (64) dan Wiwik (24). Menurut mereka, bantuan ini sangat menolong untuk kebutuhan rumah tangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement