REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT, KALTENG -- Jelang kenaikan harga bahan bakar minyak, tim pengawas distribusi BBM Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meningkatkan pengawasan.
"Tim tentu memantau kondisi saat ini, terlebih menjelang kenaikan hingga setelah kenaikan nanti," kata Ketua Tim Pengawas Distribusi BBM Kotim, Fajrurrahman di Sampit, Kamis.
Fajrurrahman tidak merinci langkah konkret yang akan dilakukan tim dalam meningkatkan pengawasan itu. Namun dia meyakinkan bahwa tim yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk instansi penegak hukum tersebut, telah melakukan langkah di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak kenaikan harga BBM.
"Tentu tim punya langkah sendiri untuk itu," ucap singkat pria yang juga Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotim ini.
Seperti diketahui, pemerintah sempat menyebutkan kenaikan harga BBM subsidi untuk jenis premium akan menjadi Rp 6.500 per liter, sedangkan BBM solar menjadi Rp 5.500 per liter dari semula Rp 4.500 per liter.
Rencana kenaikan harga yang diperkirakan dilaksanakan dalam waktu dekat ini dikhawatirkan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mencari keuntungan pribadi namun merugikan masyarakat. Caranya, mereka menimbun BBM, lalu menjualnya kembali saat harga BBM dinaikkan.